Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 12.492.042 juta, mengalami penurunan 1,34% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 12.661.571 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 5,73% menjadi Rp 3.133.916 juta, terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada kas dan piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 9.358.126 juta, turun 3,50%, didorong oleh penurunan aset tetap (neto) dan aset pajak tangguhan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 6.413.124 juta, turun 31,34% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 3.512.817 juta, menurun 50,79%, terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada utang bank jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2.900.307 juta, dengan kenaikan 31,71%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6.078.918 juta, naik 83,03% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh aksi korporasi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5.686.258 juta, turun 4,03% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5.925.199 juta.

Laba Bersih

Perusahaan mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 806.177 juta. Angka ini naik (memburuk) 10,21% YoY dari periode yang sama tahun lalu dengan rugi sebesar Rp 731.562 juta. Meskipun rugi bruto membaik (turun dari Rp 317.424 juta menjadi Rp 34.443 juta), kinerja tertekan oleh beban keuangan yang lebih tinggi dan perubahan pada pos pajak dari beban menjadi manfaat.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp (325,35), mencerminkan kenaikan rugi (pemburukan) 20,49% YoY dari Rp (270,01), sejalan dengan perubahan rugi bersih dan peningkatan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,89x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih di bawah 1x.
  • Quick Ratio: 0,56x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: -0,61%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan masih negatif, namun membaik signifikan dari -5,36% di periode tahun sebelumnya.
  • Margin Laba Bersih: -14,18%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -8,60% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -17,68% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham masih negatif.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,06x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang membaik signifikan (turun dari 2,81x di akhir 2024) pasca rights issue.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 5.275 per 27 Oktober 2025, PER tercatat N/A (tidak dapat dihitung karena perusahaan masih mencatatkan rugi).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.887,14, PBV perusahaan berada di level 2,79x, mencerminkan valuasi premium yang disematkan pasar terhadap aset bersih perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan FASW selama kuartal III 2025 menunjukkan perbaikan neraca yang signifikan pasca-rights issue, namun masih menghadapi tantangan profitabilitas. Penurunan drastis liabilitas jangka pendek dan peningkatan ekuitas telah memperbaiki rasio solvabilitas (DER) secara substansial.

Namun, dari sisi operasional, perusahaan mencatatkan penurunan pendapatan dan pembengkakan rugi bersih. Meskipun margin kotor membaik tajam, hal ini belum cukup untuk membawa perusahaan ke zona laba. Investor perlu memperhatikan upaya perusahaan untuk kembali ke profitabilitas, efisiensi beban keuangan, dan mengelola likuiditas jangka pendek.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here