Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini . Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 36,07 triliun , mengalami kenaikan 1,98% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 35,37 triliun .
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 13,48% menjadi Rp 12,82 triliun , terutama dipengaruhi oleh penurunan kas dan setara kas (dari Rp 9,15 triliun menjadi Rp 7,01 triliun) .
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 23,25 triliun , naik 13,13% [calculated], didorong oleh peningkatan signifikan pada pos aset keuangan tidak lancar lainnya (dari Rp 1,99 triliun menjadi Rp 4,45 triliun) dan kenaikan aset tetap .

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 9,83 triliun , turun 7,48% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 10,63 triliun) .
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 3,22 triliun , meningkat 3,77% [calculated], terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha kepada pihak ketiga .
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 6,61 triliun , dengan penurunan 12,12% [calculated], mencerminkan pengurangan utang obligasi (dari Rp 6,44 triliun menjadi Rp 5,54 triliun) setelah adanya tender offer obligasi pada Mei 2025 .

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 26,24 triliun , naik 6,04% dibandingkan 31 Desember 2024 (Rp 24,74 triliun) , didorong oleh peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya .

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5,12 triliun , naik 6,93% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,79 triliun . Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan sewa ruangan dan pendapatan jasa pemeliharaan .

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,73 triliun , naik 3,85% YoY dari periode yang sama tahun lalu (Rp 1,66 triliun) . Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, sementara beban keuangan relatif stabil .

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 35,85 , mencerminkan kenaikan 3,85% YoY (dari Rp 34,52) , sejalan dengan perubahan laba bersih karena jumlah saham beredar tetap .

Rasio Keuangan

  • Likuiditas
    • Current Ratio: 3,98x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
    • Quick Ratio: 2,49x, mengindikasikan likuiditas yang tetap kuat bahkan setelah mengecualikan persediaan (mayoritas aset real estat) dari aset lancar.
  • Profitabilitas
    • Margin Laba Kotor: 55,45%, menunjukkan efisiensi perusahaan yang tinggi dalam menghasilkan laba dari pendapatan pokoknya.
    • Margin Laba Bersih: 33,74%, mencerminkan tingkat profitabilitas bersih yang solid setelah memperhitungkan seluruh beban.
  • Efisiensi & Pengembalian
    • Return on Assets (ROA) (Annualized): 6,44%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
    • Return on Equity (ROE) (Annualized): 10,82%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
  • Solvabilitas
    • Debt to Equity Ratio (DER): 0,37x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 368 per 27 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 7,70x, mengindikasikan valuasi yang relatif moderat dibandingkan potensi pertumbuhan laba.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 453,44, PBV perusahaan berada di level 0,81x, mencerminkan valuasi di bawah nilai bukunya, yang bisa dianggap menarik (undervalued).

Kesimpulan

Kinerja keuangan PWON selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang moderat namun stabil, didukung oleh pendapatan berulang (recurring income) dari segmen sewa pusat perbelanjaan dan perkantoran. Neraca perusahaan semakin sehat dengan penurunan rasio utang (DER) setelah aksi tender offer obligasi. Likuiditas tetap terjaga kuat.

Dari sisi valuasi, PBV yang berada di bawah 1x (0,81x) dan PER yang moderat (7,70x) mengindikasikan saham PWON berpotensi undervalued pada harga Rp 368. Ketergantungan pada pendapatan sewa memberikan stabilitas, namun investor perlu memperhatikan dinamika tingkat okupansi dan potensi pertumbuhan dari segmen penjualan properti (development property) serta segmen perhotelan di kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here