Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Temas Tbk (TMAS) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Temas Tbk (TMAS) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Temas Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 5.155.066 juta, mengalami kenaikan 16,91% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 4.409.507 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 8,52% menjadi Rp 1.063.408 juta, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 4.091.658 juta, naik 26,01%, didorong oleh peningkatan signifikan pada aset tetap neto dan aset tidak lancar lainnya (terutama uang muka pembelian aset tetap).

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 2.137.063 juta, naik 37,88% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 717.510 juta, meningkat 16,82%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga dan bagian lancar dari pinjaman jangka panjang (utang bank).
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.419.553 juta, dengan kenaikan 51,71%, mencerminkan peningkatan signifikan pada utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 3.018.003 juta, naik 5,54% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan laba ditahan (belum ditentukan penggunaannya) dan peningkatan kepentingan nonpengendali.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan jasa perusahaan mencapai Rp 3.194.551 juta, turun 1,03% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3.227.711 juta. Penurunan tipis ini terjadi meskipun pendapatan dari pihak ketiga untuk jasa pelayaran sedikit menurun.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 365.469 juta, turun 9,70% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 404.710 juta. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan laba bruto dan peningkatan beban pajak penghasilan neto, meskipun ada kontribusi laba pelepasan aset tetap yang signifikan.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 6, mencerminkan penurunan 14,29% YoY (dari Rp 7), sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,48x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar cukup memadai.
  • Quick Ratio: 1,27x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat (karena mengecualikan persediaan) namun masih dalam level yang wajar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 17,78%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan jasa sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya.
  • Margin Laba Bersih: 11,44%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak juga mengalami penurunan YoY.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 9,45% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih mengalami sedikit penurunan.
  • Return on Equity (ROE): 16,15% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,71x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang masih didominasi oleh ekuitas, meskipun tingkat ketergantungan pada utang meningkat dibandingkan akhir tahun 2024.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 129 per 27 Oktober 2025, PER tercatat 16,13x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi yang mungkin sedikit premium dibandingkan historisnya atau rata-rata industri sejenis, tergantung pada benchmark yang digunakan.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 53,07, PBV perusahaan berada di level 2,43x, mencerminkan pasar menilai perusahaan lebih tinggi dari nilai bukunya, mengindikasikan ekspektasi pertumbuhan atau kualitas aset yang baik.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Temas Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan peningkatan aset yang signifikan, terutama aset tetap, yang didanai sebagian besar oleh peningkatan utang jangka panjang. Di sisi lain, terjadi sedikit penurunan pendapatan dan penurunan laba bersih yang lebih terasa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercermin pada penurunan margin profitabilitas dan imbal hasil (ROE & ROA).

Meskipun likuiditas masih terjaga dan struktur modal masih sehat (DER di bawah 1x), peningkatan utang dan penurunan profitabilitas menjadi poin yang perlu diperhatikan investor. Valuasi pasar (PER dan PBV) menunjukkan ekspektasi pasar yang masih positif terhadap prospek perusahaan. Investor perlu mencermati kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional di kuartal mendatang untuk mengimbangi peningkatan beban keuangan dari ekspansi asetnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments