Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT PP (Persero) Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 55.525.210.657.312, mengalami penurunan 1,88% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 56.589.716.015.594.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 3,13% menjadi Rp 28.207.450.376.008, terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan pada kas dan setara kas.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 27.317.760.281.304, turun tipis 0,55%, sedikit dipengaruhi oleh penurunan nilai aset tetap bersih.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 40.229.102.909.309, turun 2,67% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 21.306.751.562.478, menurun 5,73%, terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha pihak ketiga dan utang bank jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 18.922.351.346.831, dengan kenaikan 1,00%, mencerminkan sedikit peningkatan pada utang bank jangka panjang dari pihak berelasi.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 15.296.107.748.003, naik tipis 0,27% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh laba tahun berjalan meskipun nilainya kecil.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 10.736.544.850.602, turun signifikan 23,33% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 14.004.238.705.467. Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh penurunan volume proyek atau penyelesaian proyek yang lebih lambat.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 5.559.171.455, anjlok 97,92% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 267.289.424.594. Perubahan drastis ini disebabkan oleh penurunan pendapatan yang tajam, peningkatan beban keuangan, serta beban usaha dan kerugian penurunan nilai yang relatif stabil namun memakan porsi lebih besar dari laba kotor.
Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp 0,90 (dihitung dari Laba Bersih dibagi Jumlah Saham Beredar: 5.559.171.455 / (6.199.897.354 – 14.555.900, asumsi jumlah saham treasuri 14.555.900)), mencerminkan penurunan 97,91% YoY dari Rp 43.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,32x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang cukup baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0,84x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat jika persediaan tidak mudah dicairkan.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 15,05%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan sebelum beban operasional.
- Margin Laba Bersih: 0,05%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang sangat tipis setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,013%, menilai efektivitas pemanfaatan aset yang sangat rendah dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 0,061%, menggambarkan imbal hasil yang sangat rendah atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 2,63x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang cukup tinggi ketergantungannya pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 388 per 24 Oktober 2025, PER (Annualized) tercatat 323,33x, mengindikasikan valuasi yang sangat premium, kemungkinan karena laba yang sangat rendah pada periode ini atau ekspektasi pasar akan pemulihan kinerja di masa depan.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.962,14 (Equity Attributable to Parent / Outstanding Shares), PBV perusahaan berada di level 0,20x, mencerminkan valuasi pasar yang jauh di bawah nilai buku ekuitasnya, seringkali mengindikasikan undervaluation atau keraguan pasar terhadap kualitas aset/prospek.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PTPP selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan signifikan dalam pendapatan dan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan yang tajam dan beban keuangan yang meningkat menjadi faktor utama anjloknya profitabilitas. Meskipun rasio likuiditas (Current Ratio) masih di atas 1x, Quick Ratio di bawah 1x perlu dicermati. Tingkat profitabilitas (NPM, ROA, ROE) sangat rendah pada periode ini. DER menunjukkan leverage yang cukup tinggi. Dari sisi valuasi pasar, PER sangat tinggi akibat laba yang minim, sementara PBV sangat rendah (di bawah 0.5x), memberikan sinyal valuasi yang kontradiktif dan menunjukkan kondisi khusus atau ekspektasi pasar yang unik. Investor perlu memperhatikan penyebab penurunan pendapatan, pengelolaan beban keuangan, dan prospek perolehan kontrak baru untuk menilai potensi pemulihan kinerja di kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!