Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar US$726.871.842, mengalami penurunan 4,26% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar US$759.216.464.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 6,17% menjadi US$316.967.590, terutama dipengaruhi oleh kenaikan kas dan setara kas serta piutang usaha.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar US$409.904.252, turun 11,02%, didorong oleh penurunan nilai aset tetap dan aset hak-guna.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai US$150.580.118, turun 15,17% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar US$101.774.642, menurun 10,34%, terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha pihak ketiga dan penurunan liabilitas sewa jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi US$48.805.476, dengan penurunan 23,75%, mencerminkan penurunan liabilitas sewa jangka panjang dan liabilitas imbalan kerja.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar US$576.291.724, turun tipis 0,93% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh penurunan saldo laba belum dicadangkan setelah pembagian dividen.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai US$486.985.919, turun 18,21% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$595.410.421. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari penjualan batubara ekspor.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$35.790.771, turun signifikan 64,05% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$99.554.787. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan yang lebih besar dibandingkan penurunan beban pokok pendapatan.
Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar US$0,01007, mencerminkan penurunan 64,04% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih. Jumlah saham beredar tetap 3.555.560.000 lembar.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 3,11x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 2,95x, mengindikasikan likuiditas yang tetap kuat bahkan setelah mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 18,97%, menunjukkan penurunan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan dibandingkan periode sebelumnya (28,82%).
- Margin Laba Bersih: 7,35%, mencerminkan penurunan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak dibandingkan periode sebelumnya (16,72%).
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 6,42%, menilai penurunan efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 8,24%, menggambarkan penurunan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,26x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 3.800 per 24 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 16,97x, mengindikasikan valuasi yang mungkin memerlukan perbandingan lebih lanjut dengan rata-rata sektor sejenis untuk menentukan apakah premium atau undervalued.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) per 30 September 2025 sekitar Rp 2.704 (dikonversi dari US$576.291.724 / 3.555.560.000 lembar @ Rp 16.680/US$), PBV perusahaan berada di level 1,41x, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap nilai aset perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan MCOL selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya penurunan profitabilitas yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan penjualan batubara di tengah beban pokok pendapatan yang turun lebih lambat. Penurunan pendapatan ini mencerminkan tantangan eksternal seperti volatilitas harga komoditas batubara.
Meskipun demikian, perusahaan mempertahankan posisi neraca yang sehat dengan penurunan total liabilitas dan rasio DER yang sangat rendah. Likuiditas juga terjaga dengan baik yang ditunjukkan oleh Current Ratio dan Quick Ratio yang kuat. Penurunan laba bersih dan EPS menjadi perhatian utama, yang juga tercermin dalam rasio profitabilitas ROA dan ROE yang menurun. Valuasi PER dan PBV saat ini berada pada level yang perlu dibandingkan lebih lanjut dengan peers di sektor pertambangan. Investor perlu memperhatikan tekanan pada pendapatan dan margin laba, serta dinamika harga komoditas batubara global yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!