Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Suparma Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 3.547.490.669.127, mengalami kenaikan 4,56% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.392.686.914.315.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 2,55% menjadi Rp 1.471.467.350.813, terutama dipengaruhi oleh peningkatan signifikan pada uang muka pembelian dan persediaan, meskipun terdapat penurunan pada kas dan bank.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 2.076.023.318.314, naik 6,04%, didorong oleh peningkatan nilai aset tetap neto.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 1.094.383.382.500, naik 8,57% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 719.977.777.500, meningkat signifikan 41,76%, terutama disebabkan oleh munculnya bagian jatuh tempo surat berharga jangka menengah dan kenaikan utang bank jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 374.405.605.000, dengan penurunan 25,13%, mencerminkan berkurangnya porsi utang bank jangka panjang dan reklasifikasi surat berharga jangka menengah ke jangka pendek.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 2.453.107.286.627, naik 2,87% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi laba periode berjalan yang belum dicadangkan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1.990.050.141.391, naik tipis 1,44% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1.961.936.091.347. Pertumbuhan ini kemungkinan ditopang oleh volume penjualan atau penyesuaian harga jual rata-rata.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 68.425.421.851, turun signifikan 40,43% YoY dari periode yang sama tahun lalu (Rp 114.868.887.902). Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan beban pokok penjualan yang sedikit lebih tinggi dari kenaikan pendapatan, kenaikan beban penjualan serta umum & administrasi, kenaikan beban keuangan, dan terutama kerugian selisih kurs yang signifikan dibandingkan laba selisih kurs pada periode sebelumnya.
Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp 22, mencerminkan penurunan 38,89% YoY dari Rp 36, sejalan dengan penurunan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 2,04x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar cukup baik.
- Quick Ratio: 0,68x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat jika mengabaikan persediaan, menunjukkan ketergantungan pada penjualan persediaan untuk memenuhi kewajiban lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 15,79%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya (16,29%).
- Margin Laba Bersih: 3,44%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang menurun signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu (5,85%), tertekan oleh peningkatan beban dan rugi kurs.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 2,57%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih masih rendah.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 3,72%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang juga masih rendah.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,45x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 380 per 24 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 12,96x. Valuasi ini perlu dibandingkan dengan rata-rata industri sejenis untuk menentukan apakah premium atau undervalued.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 777,75, PBV perusahaan berada di level 0,49x, mencerminkan valuasi pasar yang berada di bawah nilai buku perusahaan, bisa mengindikasikan potensi undervalued atau kekhawatiran pasar terhadap profitabilitas masa depan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Suparma Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang tipis namun diiringi penurunan laba bersih yang signifikan. Penurunan profitabilitas ini terutama disebabkan oleh tekanan pada margin kotor, peningkatan beban operasional dan keuangan, serta dampak negatif dari selisih kurs. Neraca menunjukkan pertumbuhan aset, namun juga peningkatan liabilitas, terutama pada pos jangka pendek karena reklasifikasi surat berharga jangka menengah.
Meskipun rasio solvabilitas (DER) masih sehat, rasio profitabilitas (Margin Laba Bersih, ROA, ROE) dan likuiditas tanpa persediaan (Quick Ratio) menunjukkan adanya tekanan. Valuasi PBV di bawah 1 mengindikasikan saham dihargai lebih rendah dari nilai bukunya. Investor perlu memperhatikan kemampuan perusahaan mengelola beban pokok penjualan, beban operasional, beban keuangan, serta risiko volatilitas nilai tukar yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


