Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
(Menggunakan kurs Rp 16.666,67 per US$1 per 30 September 2025)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 49,37 triliun, mengalami penurunan 1,17% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 49,96 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 0,39% menjadi Rp 13,86 triliun, terutama dipengaruhi oleh peningkatan persediaan meskipun kas sedikit menurun.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 35,51 triliun, turun 1,76%, didorong oleh penyusutan aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 15,96 triliun, turun 3,16% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp 16,48 triliun.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 3,01 triliun, menurun signifikan 20,43%, terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha pihak ketiga dan biaya yang masih harus dibayar.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 12,94 triliun, dengan kenaikan 1,99%, mencerminkan peningkatan pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 33,42 triliun, turun tipis 0,19% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar Rp 33,48 triliun, didorong oleh pembagian dividen yang lebih besar dari laba tahun berjalan yang diatribusikan.
Laporan Laba Rugi
(Periode 9 Bulan 2025 vs 9 Bulan 2024, YoY) (Menggunakan kurs Rp 16.666,67 per US$1)
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5,31 triliun, naik 4,20% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,10 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan uap & listrik, khususnya dari area Lumut Balai seiring beroperasinya Unit 2.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,74 triliun, turun 22,18% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,23 triliun. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan beban pokok pendapatan (terutama penyusutan dan upah), kerugian selisih kurs, dan peningkatan beban keuangan.
Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp 41,67 (dikonversi dari US$ 0,0025), mencerminkan penurunan 21,88% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
(Per 30 September 2025 atau Periode 9 Bulan 2025)
Likuiditas
- Current Ratio: 4,60x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 4,43x, mengindikasikan likuiditas yang tetap kuat bahkan setelah mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 56,03%, menunjukkan efisiensi perusahaan yang tinggi dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 32,70%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang solid setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 4,66%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 6,92%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,48x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang relatif rendah.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.330 per 24 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 23,94x, mengindikasikan valuasi yang mungkin dianggap premium dibandingkan rata-rata historis atau sektor energi tertentu, namun perlu dibandingkan lebih lanjut dengan peers di sub-sektor geothermal/EBT.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 799 (per 30 September 2025), PBV perusahaan berada di level 1,66x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap nilai aset dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PGEO selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, didorong oleh peningkatan kapasitas operasional. Neraca perusahaan tetap solid dengan likuiditas kuat dan leverage yang rendah.
Namun, profitabilitas mengalami tekanan signifikan YoY akibat kenaikan beban pokok pendapatan, kerugian kurs, dan beban keuangan. Investor perlu memperhatikan efisiensi biaya operasional, manajemen risiko valuta asing, dan struktur beban bunga ke depan. Valuasi pasar (PER dan PBV) saat ini mengindikasikan ekspektasi positif dari pasar, namun penurunan laba bersih menjadi faktor yang perlu dicermati dalam kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!