Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 17.204.328 juta, mengalami penurunan 1,19% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 17.412.416 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 2,30% menjadi Rp 2.963.991 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada persediaan dan uang muka.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 14.240.337 juta, turun 1,89%, didorong oleh penurunan nilai buku aset tetap dan tanaman produktif.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 6.248.687 juta, turun 16,85% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 2.262.183 juta, menurun 10,60%, terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek dan pembayaran utang obligasi.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 3.986.504 juta, dengan penurunan 19,99%, mencerminkan penurunan signifikan pada utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 10.955.641 juta, naik 10,70% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba belum ditentukan penggunaannya.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 8.944.918 juta, naik 24,72% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7.171.925 juta. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan di segmen minyak sawit mentah.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1.316.915 juta, naik 53,03% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Peningkatan signifikan ini didukung oleh kenaikan laba bruto dan kontribusi laba dari entitas asosiasi.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 124,24, mencerminkan kenaikan 53,04% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,31x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,71x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 31,68%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 14,72%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 10,14%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 16,84%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,57x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang membaik dengan tingkat ketergantungan pada utang yang menurun signifikan dibandingkan akhir tahun 2024.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.900 per 23 Oktober 2025, PER (Annualized) tercatat 11,47x, mengindikasikan valuasi yang relatif moderat.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1033,57, PBV perusahaan berada di level 1,84x, mencerminkan valuasi pasar di atas nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan DSNG selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama didorong oleh peningkatan pendapatan dan laba bersih yang signifikan. Efisiensi operasional terlihat dari margin laba yang terjaga, sementara penurunan total liabilitas, khususnya utang bank jangka panjang, memperbaiki rasio solvabilitas perusahaan. Valuasi PER dan PBV menunjukkan posisi yang moderat di pasar. Namun, investor perlu memperhatikan faktor eksternal seperti volatilitas harga komoditas (khususnya CPO), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mengingat adanya utang dalam USD, serta potensi kenaikan biaya produksi yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here