PT Pelayaran Dalam Negeri Jaya Hidup Baru (PJHB) menjadi salah satu calon emiten baru yang siap melantai di Bursa Efek Indonesia pada November 2025. Perusahaan pelayaran asal Samarinda, Kalimantan Timur ini telah berdiri sejak tahun 2008 dan kini resmi bertransformasi menjadi perusahaan terbuka.
Langkah ini menandai babak baru bagi PJHB dalam memperkuat bisnis angkutan laut dalam negeri khususnya untuk segmen alat berat, kontainer, serta peralatan industri minyak, gas, dan pembangkit listrik.
Profil dan Kegiatan Usaha PJHB
Sejak awal berdirinya, PJHB berfokus pada layanan angkutan laut perairan pelabuhan domestik untuk pengiriman barang industri berat. Beberapa jenis barang utama yang diangkut antara lain:
- Peralatan industri minyak dan gas, termasuk kebutuhan sektor petroleum.
- Alat berat pertambangan dan perkebunan, seperti dump truck, excavator, dan bulldozer.
- Mesin pembangkit listrik, mulai dari boiler hingga generator dan transformator.
Selain kegiatan utama tersebut, PJHB juga menjalankan fungsi sebagai perusahaan holding (KBLI 64200), yang mengelola serta mengendalikan saham anak perusahaan di sektor pendukung pelayaran.
Kantor pusatnya berlokasi di Jl. Panglima Batur No. 36, Pelabuhan, Samarinda, Kalimantan Timur.
Performa Keuangan: Cenderung Stabil tapi Menurun
Secara kinerja, pendapatan PJHB dalam tiga tahun terakhir relatif stabil, meskipun menunjukkan sedikit penurunan.
| Tahun | Pendapatan | Growth |
| 2022 | Rp57,53 miliar | — |
| 2023 | Rp56,10 miliar | -2,49% |
| 2024 | Rp54,66 miliar | -2,56% |
Namun dari sisi laba bersih, perusahaan sempat mencatat peningkatan di 2023, sebelum kembali turun di 2024.
| Tahun | Laba Bersih | Growth |
| 2022 | Rp20,53 miliar | — |
| 2023 | Rp22,29 miliar | +8,59% |
| 2024 | Rp17,23 miliar | -22,72% |
Meski ada penurunan laba di tahun terakhir, PJHB tetap mencatat margin yang cukup sehat untuk ukuran perusahaan pelayaran domestik.
Struktur dan Jadwal IPO PJHB
Dalam penawaran umum perdana sahamnya, PJHB akan melepas 480 juta lembar saham baru atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp310 hingga Rp330 per saham.
Dengan demikian, total dana yang berpotensi dihimpun mencapai Rp148,8 miliar hingga Rp158,4 miliar.
Investor juga akan mendapatkan bonus warrant dengan rasio 2:1 — artinya setiap pembelian 2 saham akan mendapat 1 warrant tanpa biaya tambahan.
Jadwal penting IPO PJHB:
- Bookbuilding: 22 – 27 Oktober 2025
- Penawaran Umum: 30 Oktober – 3 November 2025
- Penjatahan Efek: 3 November 2025
- Distribusi Saham: 4 November 2025
- Pencatatan di BEI (IPO): 5 November 2025
Valuasi IPO: PER di Atas 100x
Berdasarkan prospektus, valuasi PJHB termasuk tinggi dibanding rata-rata emiten pelayaran di BEI.
| Harga IPO | PER | PBV | Market Cap |
| Rp310 | 101,49x | 2,49x | Rp595 miliar |
| Rp330 | 108,04x | 2,55x | Rp634 miliar |
Valuasi ini mengindikasikan ekspektasi pertumbuhan jangka panjang dari perusahaan, meski juga berarti potensi risiko cukup tinggi jika kinerja tidak segera meningkat.
Rencana Penggunaan Dana IPO
Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk belanja modal (CAPEX). PJHB berencana membangun tiga kapal baru jenis Landing Craft Tank (LCT).
Langkah ini diambil karena armada PJHB saat ini telah beroperasi pada tingkat utilisasi maksimum, sehingga penambahan kapal menjadi strategi utama untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pengangkutan.
Dari sisi model bisnis, PJHB berada di sektor yang cukup stabil dan masih memiliki peluang pertumbuhan, terutama karena meningkatnya kebutuhan logistik industri berat di Indonesia. Namun, investor perlu mencermati valuasi yang relatif tinggi dan tren penurunan pendapatan dalam dua tahun terakhir.
IPO ini bisa menarik bagi mereka yang percaya pada potensi jangka panjang sektor pelayaran domestik, khususnya jika ekspansi armada mampu mendorong peningkatan pendapatan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!