Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Onix Capital Tbk (OCAP) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Onix Capital Tbk (OCAP) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Onix Capital Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 11,58 miliar , mengalami kenaikan 254,26% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,27 miliar.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 255,61% menjadi Rp 11,57 miliar , terutama dipengaruhi oleh kenaikan signifikan pada posisi kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 9,82 juta , turun 35,07% , yang seluruhnya merupakan aset tetap perusahaan setelah dikurangi akumulasi penyusutan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 282,16 miliar , naik 12,22% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp 251,43 miliar.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 116,28 miliar , meningkat 22,55% , terutama disebabkan oleh kenaikan utang pihak berelasi.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 165,88 miliar , dengan kenaikan 5,96% , mencerminkan penambahan pada pos utang subordinasi.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat negatif (defisiensi modal) sebesar Rp (270,57) miliar , turun 9,03% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp (248,16) miliar. Penurunan ini didorong oleh rugi periode berjalan yang menambah jumlah defisit.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, perusahaan tidak mencatatkan pendapatan usaha , sama seperti periode yang sama tahun sebelumnya. Operasional perusahaan saat ini tidak menghasilkan pendapatan.

Rugi Bersih

  • Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 22,41 miliar , membengkak 424,85% YoY dari rugi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,27 miliar. Peningkatan kerugian ini terutama disebabkan oleh beban bunga dan kerugian selisih kurs.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp (87,13) , mencerminkan penurunan 424,88% YoY dari Rp (16,60), sejalan dengan pembengkakan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,10x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat rendah dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,10x, sama dengan current ratio karena tidak ada persediaan yang signifikan, yang mengindikasikan likuiditas yang sangat ketat.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: Tidak dapat dihitung karena tidak ada pendapatan usaha yang tercatat.
  • Margin Laba Bersih: Tidak dapat dihitung karena tidak ada pendapatan usaha yang tercatat.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -193,49%, menilai efektivitas pemanfaatan aset yang sangat negatif dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): Tidak bermakna secara finansial. Meskipun perhitungan matematis menghasilkan angka positif (8,28%), rasio ini menyesatkan karena laba bersih dan ekuitas sama-sama negatif.
  • Solvabilitas
  • Debt to Equity Ratio (DER): -1,04x. Rasio DER negatif menunjukkan kondisi defisiensi modal, di mana total liabilitas melebihi total aset.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 159 per 17 Oktober 2025, PER tidak dapat dihitung dan tidak bermakna (not meaningful) karena perusahaan mencatatkan rugi per saham (EPS negatif).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp (1.051,75), PBV perusahaan berada di level -0,15x. Rasio PBV negatif juga tidak bermakna untuk valuasi karena nilai ekuitas perusahaan negatif.

Kesimpulan

Kinerja keuangan OCAP selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan fundamental yang sangat signifikan. Perusahaan tidak menghasilkan pendapatan operasional , mengalami pembengkakan kerugian , dan berada dalam kondisi defisiensi modal (ekuitas negatif) yang semakin dalam. Rasio-rasio keuangan utama seperti likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas berada pada level yang kritis.

Kondisi ini sejalan dengan informasi dalam catatan laporan keuangan, di mana aktivitas perdagangan efek perusahaan telah dihentikan sementara oleh BEI sejak 1 September 2020 dan perusahaan sedang dalam proses untuk menjadi perusahaan tertutup (Go Private). Oleh karena itu, analisis valuasi konvensional (PER dan PBV) tidak relevan untuk menilai prospek saham OCAP. Investor perlu memperhatikan bahwa kinerja keuangan saat ini mencerminkan kondisi perusahaan yang tidak lagi menjalankan aktivitas bisnis utamanya dan sedang dalam tahap restrukturisasi korporasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here