Jakarta – PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) telah mendapatkan restu dari para pemegang saham untuk melakukan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham, atau yang lebih dikenal dengan stock split. Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan buah-buahan dan daging unggas beku ini akan melaksanakan stock split dengan rasio 1:2.
Artinya, setiap 1 (satu) lembar saham lama akan dipecah menjadi 2 (dua) lembar saham baru. Aksi ini akan menyebabkan harga per lembar saham BUAH menjadi lebih terjangkau bagi investor.
Detail Pemecahan Saham
Sebelum stock split, nilai nominal saham BUAH adalah Rp 50 per lembar. Setelah aksi korporasi ini, nilai nominalnya akan berubah menjadi Rp 25 per lembar.
Seiring dengan perubahan tersebut, jumlah total saham yang disetor oleh perusahaan akan meningkat dua kali lipat. Jumlah saham akan bertambah dari semula 1.000.000.000 (satu miliar) lembar menjadi 2.000.000.000 (dua miliar) lembar saham.
Penting untuk diingat oleh investor, meskipun jumlah lembar saham yang dimiliki akan bertambah dan harga per lembarnya turun, nilai total investasi pada saat stock split tidak akan berubah.
Jadwal Penting yang Harus Dicatat Investor
Agar tidak ketinggalan, investor perlu memperhatikan jadwal pelaksanaan stock split saham BUAH berikut ini:
- 21 Oktober 2025: Hari terakhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi.
- 22 Oktober 2025: Hari pertama perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi. Harga saham akan disesuaikan dengan rasio baru.
- 23 Oktober 2025: Tanggal penentuan pemegang saham yang berhak atas hasil stock split (Recording Date).
- 24 Oktober 2025: Saham dengan nilai nominal baru akan didistribusikan kepada pemegang saham yang berhak.
Apa yang Harus Dilakukan Investor?Bagi sebagian besar investor ritel yang sahamnya tersimpan dalam penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tidak ada tindakan yang perlu dilakukan. Proses stock split ini akan berjalan secara otomatis, dan saham baru akan didistribusikan langsung ke rekening efek masing-masing pada tanggal 24 Oktober 2025.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!