Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightIncar Dana Rp266,9 Miliar, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) Gelar Rights...

Incar Dana Rp266,9 Miliar, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) Gelar Rights Issue

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), perusahaan yang bergerak di bidang produksi kakao dan cokelat, mengumumkan rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), atau yang lebih dikenal sebagai rights issue. Aksi korporasi ini bertujuan untuk menghimpun dana segar sebanyak-banyaknya Rp266,95 miliar.

Informasi ini merupakan perbaikan dan tambahan atas prospektus ringkas yang sebelumnya telah dipublikasikan di situs web perseroan pada 21 Juli 2025.

Mekanisme dan Ketentuan Penting Rights Issue

Dalam penawaran umum terbatas (PMHMETD II) ini, perseroan akan menerbitkan maksimal 2.669.591.943 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Berikut adalah rincian utama yang perlu diketahui investor:

  • Rasio HMETD: Setiap pemegang 1 (satu) saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 10 Oktober 2025 berhak atas 3 (tiga) HMETD.
  • Harga Pelaksanaan: Setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100,- per saham.
  • Risiko Dilusi: Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan saham yang signifikan, yakni mencapai 75,00%.
  • Pembeli Siaga (Standby Buyer): Mahogany Global Investment Pte. Ltd., yang juga merupakan pemegang saham utama dan pengendali perseroan (61,12%), bertindak sebagai pembeli siaga. Mahogany telah menyatakan akan melaksanakan seluruh hak yang dimilikinya dan siap membeli sisa saham yang tidak terserap sebanyak-banyaknya 868,47 juta lembar saham.

Rencana Penggunaan Dana

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issue ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan untuk:

  1. Sekitar Rp85 Miliar untuk Belanja Modal:
    • Rp45 Miliar akan digunakan untuk pembelian mesin-mesin baru guna diversifikasi usaha ke produk midstream cocoa seperti cocoa butter, cocoa cake, dan cocoa powder. Langkah ini diharapkan dapat memperluas rantai nilai produk, meningkatkan kontrol kualitas, dan memperkuat daya saing harga.
    • Rp40 Miliar akan dialokasikan untuk mendukung fasilitas produksi yang sudah ada, termasuk pembelian dan instalasi mesin, renovasi, serta implementasi sistem teknologi informasi (ERP).
  2. Sisanya untuk Modal Kerja:
    • Dana akan digunakan untuk pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional, riset dan pengembangan, serta pembayaran utang usaha kepada pemasok.

Jadwal Penting Rights Issue

Berikut adalah jadwal sementara pelaksanaan HMETD yang perlu diperhatikan oleh investor:

KegiatanTanggal
Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler & Negosiasi8 Oktober 2025
Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler & Negosiasi9 Oktober 2025
Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai10 Oktober 2025
Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai13 Oktober 2025
Tanggal Pencatatan (Recording Date)10 Oktober 2025
Periode Perdagangan HMETD14 – 20 Oktober 2025
Periode Pelaksanaan HMETD14 – 20 Oktober 2025
Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan22 Oktober 2025
Tanggal Penjatahan23 Oktober 2025
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan27 Oktober 2025

Sekilas Kinerja Keuangan

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan neto perseroan pada periode 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp36,36 miliar, mengalami penurunan 12,34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp41,48 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya penjualan pada segmen Real Chocolate dan Food & Beverages.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan rugi neto periode berjalan sebesar 453,43% menjadi Rp45,79 miliar pada kuartal pertama 2025, dari rugi sebesar Rp8,27 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Kenaikan rugi ini utamanya disebabkan oleh adanya penurunan nilai atas uang muka pembelian aset tetap.

Faktor Risiko

Manajemen perseroan mengidentifikasi beberapa risiko yang dihadapi, di antaranya:

  • Risiko Utama: Ketersediaan bahan baku.
  • Risiko Usaha Material: Risiko kontaminasi saat produksi, ketergantungan pada pelanggan utama, persaingan usaha, dan risiko modal kerja.
  • Risiko Umum: Kondisi pasar, risiko likuiditas, serta kestabilan politik dan ekonomi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here