Pada semester pertama tahun 2025, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 30.375.137 juta , mengalami perubahan sebesar 3,28% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 29.410.622 juta.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar 0,44% menjadi Rp 10.156.293 juta.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 5,25% menjadi Rp 20.218.844 juta , didorong oleh peningkatan piutang pembiayaan dan aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 25.633.995 juta , meningkat sebesar 3,72% dari akhir tahun sebelumnya.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 7,14%, menjadi Rp 12.248.938 juta.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 13.385.057 juta , mengalami peningkatan sebesar 0,78%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 4.741.142 juta , yang mencatatkan peningkatan sebesar 0,94% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2.769.411 juta , yang mengalami kenaikan sebesar 2,07% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya , didorong oleh peningkatan pada segmen jasa keuangan serta sewa kendaraan dan bisnis terkait.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 99.459 juta , yang mengalami penurunan sebesar 6,12% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 11,49 , menunjukkan penurunan sebesar 6,13% dibandingkan dengan semester 1 2024.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: 0,83 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 0,81 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 38,27%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
- Margin Laba Bersih: 3,59%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): 0,66% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 4,20% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 5,41. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 15 September 2025, yaitu Rp 242, PER perusahaan tercatat sebesar 10,53x (disetahunkan), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,44x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 242 dan nilai buku per saham sebesar Rp 547,85. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan juga mengalami peningkatan tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih mengalami sedikit penurunan, yang mengindikasikan adanya tekanan pada margin keuntungan. Dari sisi valuasi, saham IMJS diperdagangkan di bawah nilai bukunya (PBV < 1) dan dengan PER yang relatif moderat. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek industri dan kondisi ekonomi makro, dalam mengambil keputusan investasi.