Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 1.315.398.777.487 , mengalami perubahan sebesar 2,37% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 1.284.957.443.404.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 4,35% menjadi Rp 694.704.913.423.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 0,24% menjadi Rp 620.693.864.064.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 257.909.401.284 , turun sebesar 1,21% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar -1,89%, menjadi Rp 158.633.470.162.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 99.275.931.122 , mengalami penurunan sebesar 0,10%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1.057.489.376.203 , yang mencatatkan peningkatan sebesar 3,28% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 676.669.853.966 , yang mengalami penurunan sebesar 3,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 698.757.868.169.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 80.740.038.866 , yang mengalami penurunan sebesar 17,51% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 97.877.621.602.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 12,04 , menunjukkan penurunan sebesar 17,48% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang sebesar Rp 14,59.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 4,38 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 2,27 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 55,76%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 11,93%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 12,42% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 15,52% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,24. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 2 September 2025, yaitu Rp 615, PER perusahaan tercatat sebesar 25,54x (disetahunkan), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 3,90x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 615 dan nilai buku per saham sebesar Rp 157,65. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Terjadi penurunan pada pendapatan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, posisi neraca menunjukkan pertumbuhan aset dan ekuitas serta penurunan liabilitas, yang mengindikasikan fundamental yang sehat. Rasio solvabilitas (DER) yang rendah menunjukkan risiko finansial yang terkendali. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi industri dan ekonomi makro, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here