Silver lining cerita aksi korporasi PANI ini sebenarnya punya satu benang merah besar, yaitu bagaimana pemegang saham pengendali atau PSP dan afiliasinya bisa memposisikan diri sebagai pihak yang paling diuntungkan. Skemanya berlapis. Pertama lewat private placement atau PMTHMETD III yang sudah tereksekusi, kedua lewat rights issue atau PMHMETD III yang masih menunggu RUPS, dengan tujuan utama mengalirkan dana besar untuk akuisisi BKS dari entitas afiliasi serta memperkuat anak usaha yang memang sudah dalam lingkaran kendali penuh.
Di tahap private placement, PANI menerbitkan 20,9 juta saham baru dengan harga Rp14.350, semuanya diserap oleh PSP lewat PT Multi Artha Pratama. Saat itu harga pasar PANI ada di Rp15.875, sehingga PSP langsung masuk dengan diskon sekitar 10,65%. Secara mark to market, selisih Rp1.525 dikali 20,9 juta lembar memberi potensi nilai lebih sekitar Rp31,9 miliar. Dana Rp300 miliar hasil private placement juga tidak keluar ke pihak luar, tapi disalurkan ke anak usaha yang 99% lebih dikuasai PANI. Jadi di sini PSP untung ganda: dapat saham tambahan lebih murah dari pasar dan sekaligus memperkuat ekuitas anak usaha yang mereka kendalikan penuh.
Lalu masuk ke rencana rights issue, skala permainan menjadi jauh lebih besar. PANI akan menerbitkan maksimal 1,212 miliar saham baru. Dana yang terkumpul bergantung pada harga rights issue. Kalau dipatok rendah, misalnya Rp5.000, maka dana yang terkumpul sekitar Rp6,06 triliun. Di Rp7.500 terkumpul Rp9,09 triliun. Di Rp10.000 terkumpul Rp12,12 triliun. Kalau mengikuti harga minimum wajar sesuai regulasi BEI, sekitar Rp14.500, dana yang masuk Rp17,58 triliun.
Kalau berani pasang lebih tinggi, misalnya Rp20.000, totalnya Rp24,25 triliun, dan di Rp28.000 bisa mencapai Rp33,95 triliun. Dari jumlah itu, sebagian besar diarahkan untuk membeli 44,10% BKS dari dua entitas afiliasi PSP, yaitu PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya. Sisanya dialokasikan untuk memperkuat modal anak usaha PANI sendiri.
Apa artinya buat PSP dan afiliasinya? Kalau rights issue sukses, entitas afiliasi yang menjual 44,10% BKS akan menerima dana segar triliunan rupiah. Besarnya bergantung pada harga rights. Dengan harga rendah, seperti Rp5.000–Rp10.000, afiliasi bisa menerima kisaran Rp6–12 triliun. Dengan harga menengah seperti Rp14.500, mereka bisa mengantongi sekitar Rp17,6 triliun. Dengan harga tinggi Rp20.000–Rp28.000, aliran dana ke afiliasi bisa melonjak ke kisaran Rp24–34 triliun. Jadi setiap kenaikan harga rights issue langsung berarti tambahan miliaran bahkan triliunan rupiah ke kas perusahaan afiliasi yang masih berada dalam lingkaran PSP.
Selain itu, PSP tetap bisa menjaga kontrol penuh. Mereka berhak menebus rights sesuai porsi kepemilikan agar tidak terdilusi. Kalau ada publik yang tidak ikut, PSP bisa menyerap sisa rights melalui standby buyer, sehingga porsi kontrol malah bertambah. Skenario ini memberi opsi fleksibel: di harga rendah dana terkumpul lebih kecil tapi partisipasi publik lebih terjamin, sedangkan di harga tinggi dana masuk lebih besar meski ada risiko publik enggan ikut dan akhirnya PSP harus menutup gap. Bagi PSP dua skenario ini sama sama bisa dikelola, karena mereka punya posisi finansial dan kendali penuh untuk menentukan hasil akhirnya.
Keuntungan lain yang lebih halus adalah konsolidasi aset. Dengan dana rights issue yang masuk ke PANI, perusahaan bisa membeli saham BKS dari afiliasi. Buat PANI, ini berarti kepemilikan atas aset properti strategis bertambah. Buat afiliasi PSP, ini berarti mereka melepas aset ke dalam PANI dengan valuasi yang bisa menguntungkan, sekaligus menerima pembayaran dalam bentuk dana tunai segar. Jadi terjadi semacam perputaran uang di dalam grup, di mana PANI makin besar dan PSP afiliasi dapat dana cair yang nilainya bisa mencapai puluhan triliun.
Kalau ditarik garis lurus, PSP dan afiliasinya menang di semua sisi. Dari private placement mereka sudah masuk lebih murah. Dari rights issue mereka punya kendali atas harga, porsi rights, dan standby commitment. Dari hasil rights issue mereka bisa mengantongi dana besar lewat penjualan BKS. Dari sisi fundamental PANI, mereka tetap menjaga agar modal makin tebal, aset makin besar, dan bisnis anak usaha makin kuat. Bahkan dalam skenario terburuk, misalnya publik enggan menebus, PSP hanya akan menanggung lebih banyak dana sendiri, tapi efeknya adalah kontrol mereka semakin dominan.
Dengan kata lain, semua jalur skenario ini pada akhirnya mengarah ke satu kesimpulan yakni jika rights issue sukses, afiliasi PSP bisa menerima dana antara Rp6 triliun sampai hampir Rp34 triliun tergantung harga pelaksanaan, sementara PSP sendiri tetap mengokohkan kendali di PANI. Jadi ya, aksi korporasi ini jelas didesain supaya PSP dan afiliasinya berada di posisi yang paling diuntungkan, baik dalam bentuk kapital tunai maupun kontrol jangka panjang.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!