Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 484.807.261 juta , mengalami perubahan sebesar 3,23% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 469.614.502 juta. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit yang diberikan.
- Aset Produktif: Komponen aset terbesar, yaitu Kredit yang Diberikan dan Pembiayaan Syariah, tumbuh sebesar 4,88% menjadi Rp 361.753.708 juta dari Rp 344.915.745 juta pada akhir tahun 2024, menandakan ekspansi dalam aktivitas pembiayaan utama bank.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan (termasuk Dana Syirkah Temporer) tercatat sebesar Rp 450.881.245 juta, meningkat sebesar 3,17% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan aset dan didominasi oleh peningkatan simpanan dari nasabah.
- Simpanan dari Nasabah: Dana pihak ketiga yang dihimpun dari simpanan nasabah mencapai Rp 374.457.868 juta , naik 6,25% dari Rp 352.437.480 juta pada akhir 2024.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 33.926.016 juta , yang mencatatkan peningkatan sebesar 4,16% dibandingkan akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 32.571.889 juta.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, total pendapatan bunga dan bagi hasil perusahaan tercatat sebesar Rp 18.500.696 juta , yang mengalami kenaikan sebesar 23,62% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 14.965.534 juta, didorong oleh peningkatan signifikan pada
pendapatan bunga dari kredit.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 1.706.389 juta , yang mengalami kenaikan sebesar 13,62% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1.501.862 juta. Pertumbuhan laba ini didorong oleh kenaikan pendapatan bunga yang lebih tinggi dari kenaikan beban bunga.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 122 , menunjukkan kenaikan sebesar 14,02% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang sebesar Rp 107.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio & Quick Ratio: Rasio ini tidak umum digunakan untuk menganalisis bank karena struktur neraca yang berbeda dengan perusahaan non-keuangan. Bank mengelola likuiditas menggunakan metrik seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR).
Rasio Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): Margin bunga bersih terhadap total pendapatan bunga adalah 49,99%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan bunga. (Dihitung dari Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Neto sebesar Rp 9.248.103 juta dibagi Total Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil sebesar Rp 18.500.696 juta ).
- Margin Laba Bersih: Margin laba bersih perusahaan adalah 9,22%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak. (Dihitung dari Laba Bersih Rp 1.706.389 juta dibagi Total Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Rp 18.500.696 juta).
- Return on Assets (ROA): ROA (disetahunkan) adalah 0,72%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): ROE (disetahunkan) adalah 10,26%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): DER perusahaan tercatat sebesar 13,29 kali. Rasio ini mengukur proporsi antara total liabilitas (termasuk dana syirkah temporer) sebesar Rp 450.881.245 juta dengan ekuitas yang dimiliki sebesar Rp 33.926.016 juta, menggambarkan tingkat leverage finansial perusahaan.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 1 September 2025, yaitu Rp 1.280, PER perusahaan tercatat sebesar 5,25x (disetahunkan). Angka ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,53x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.280 dan nilai buku per saham sebesar Rp 2.417. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham berada di bawah nilai buku perusahaannya.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan BBTN pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang sehat pada aset, pendapatan, dan laba bersih. Rasio profitabilitas seperti ROE berada pada tingkat yang cukup baik. Dari sisi valuasi, dengan PER yang relatif rendah dan PBV di bawah 1, saham BBTN terlihat menarik secara valuasi. Namun, selalu penting bagi investor untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain, termasuk kondisi makroekonomi dan prospek industri perbankan, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!