Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank Woori Saudara (SDRA) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Woori Saudara (SDRA) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Woori Saudara (SDRA) mencatatkan kinerja keuangan yang menunjukkan beberapa tantangan dalam profitabilitas, meskipun posisi permodalan dan likuiditas tetap terjaga.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

  • Aset
    • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 58,28 triliun, mengalami sedikit penurunan sebesar -0,77% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 58,73 triliun. Penurunan tipis ini antara lain disebabkan oleh kontraksi pada pos Pinjaman yang Diberikan yang turun dari Rp 46,08 triliun menjadi Rp 45,14 triliun (neto).
  • Liabilitas
    • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 44,51 triliun, turun sebesar -0,99% dari akhir tahun 2024. Penurunan ini terutama berasal dari berkurangnya Simpanan dari Nasabah dari Rp 31,94 triliun menjadi Rp 26,83 triliun.
  • Ekuitas
    • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 13,78 triliun, relatif stabil dengan sedikit penurunan sebesar -0,04% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan
    • Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income): Sebagai sumber pendapatan utama bank, Pendapatan Bunga Bersih tercatat sebesar Rp 871,02 miliar, yang mengalami kenaikan sebesar 4,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 836,36 miliar.
  • Laba Bersih
    • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 82,67 miliar, yang mengalami penurunan tajam sebesar -74,86% dari Rp 328,87 miliar pada semester 1 2024. Penurunan laba ini terutama didorong oleh lonjakan Beban Operasional Lainnya dari Rp 569,16 miliar menjadi Rp 872,88 miliar, khususnya pada pos Umum dan Administrasi yang meningkat signifikan.
  • Laba Per Saham (EPS)
    • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 5,63, menunjukkan penurunan sebesar -74,84% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang sebesar Rp 22,38.

Rasio Kunci Perbankan

  • Rasio Likuiditas
    • Loan to Deposit Ratio (LDR): 171,60%. Rasio ini menunjukkan bahwa jumlah pinjaman yang disalurkan jauh lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga yang dihimpun, mengindikasikan ekspansi kredit yang agresif atau ketergantungan pada sumber pendanaan non-deposito.
  • Rasio Profitabilitas
    • Net Interest Margin (NIM) (disetahunkan): 3,20%. Rasio ini menunjukkan efisiensi bank dalam mengelola aset produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih.
    • Return on Assets (ROA) (disetahunkan): 0,28%. Menunjukkan tingkat pengembalian yang rendah dari total aset yang dikelola.
    • Return on Equity (ROE) (disetahunkan): 1,20%. Mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham, yang juga menunjukkan tingkat profitabilitas yang rendah pada periode ini.
  • Rasio Permodalan
    • Capital Adequacy Ratio (CAR/KPMM): 31,11%. Rasio ini jauh di atas persyaratan minimum regulator, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki modal yang sangat kuat untuk menyerap potensi kerugian dan mendukung ekspansi bisnis.

Valuasi Perusahaan

  • Price to Earnings Ratio (PER)
    • PER: Dengan harga saham Rp 308, PER (disetahunkan) perusahaan adalah 27,35x, yang menunjukkan valuasi premium yang disematkan investor untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan, meskipun laba saat ini sedang tertekan.
  • Price to Book Value (PBV)
    • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,33x, dihitung dari harga saham Rp 308 dan nilai buku per saham sebesar Rp 937,57. Rasio di bawah 1x ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham saat ini berada jauh di bawah nilai ekuitas perusahaan per saham.

Kesimpulan

Pada semester pertama 2025, SDRA menunjukkan posisi permodalan (CAR) yang sangat kuat, namun menghadapi tantangan signifikan dalam hal profitabilitas. Penurunan tajam laba bersih akibat lonjakan beban operasional menjadi perhatian utama. Meskipun demikian, valuasi PBV yang rendah (0,33x) dapat menarik bagi investor yang mencari nilai, dengan asumsi perusahaan dapat mengatasi masalah efisiensi biaya dan meningkatkan kembali profitabilitasnya di masa mendatang. Investor perlu mencermati strategi manajemen dalam mengendalikan biaya operasional dan meningkatkan margin keuntungan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here