Pada semester pertama tahun 2025, PT Indointernet Tbk (EDGE) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 3.898.735 juta, mengalami peningkatan sebesar 11,01% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 3.511.833 juta2.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar 9,91% menjadi Rp 561.623 juta.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 15,53% menjadi Rp 3.337.112 juta, didorong oleh peningkatan Aset Tetap yang naik dari Rp 2.806.911 juta menjadi Rp 3.268.567 juta.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 2.135.428 juta, meningkat sebesar 18,44% dari akhir tahun 2024.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 8,37%, menjadi Rp 713.356 juta.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 1.422.072 juta, mengalami peningkatan sebesar 24,24%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1.763.307 juta, yang mencatatkan peningkatan sebesar 3,18% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 375.063 juta, yang mengalami penurunan sebesar 26,55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 510.603 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh adanya “Kompensasi kepada pemasok” sebesar Rp 123.342 juta yang menjadi pengurang pendapatan di tahun 2025.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 54.477 juta, yang mengalami penurunan sebesar 60,18% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 136.806 juta. Penurunan ini sejalan dengan penurunan signifikan pada pendapatan bersih.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham dasar perusahaan tercatat sebesar Rp 27, menunjukkan penurunan sebesar 60,29% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang sebesar Rp 68.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: 0,79 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 0,77 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan komponen yang kurang likuid seperti biaya dibayar di muka.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 46,16%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
- Margin Laba Bersih: 14,52%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
Rasio Efisiensi (Dianualisasi)
- Return on Assets (ROA): 2,94%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 6,28%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 1,21. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 12 Agustus 2025, yaitu Rp 4.380, dan EPS yang disetahunkan (Rp 27 x 2 = Rp 54), PER perusahaan tercatat sebesar 81,11x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 5,02x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 4.380 dan nilai buku per saham sebesar Rp 873. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Terjadi penurunan signifikan pada pendapatan bersih dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang terutama dipengaruhi oleh adanya komponen kompensasi kepada pemasok. Meskipun demikian, aset perusahaan terus bertumbuh, didorong oleh investasi pada aset tetap. Dari sisi valuasi, PER dan PBV menunjukkan valuasi premium. Selalu penting bagi investor untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek industri dan strategi perusahaan ke depan, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!