Pada semester pertama tahun 2025, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 11,27 triliun, mengalami perubahan sebesar kenaikan 8,74% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 10,37 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar 12,16% menjadi Rp 4,11 triliun.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 25,95% menjadi Rp 7,16 triliun, didorong oleh peningkatan pada pos Aset Tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 3,40 triliun, meningkat sebesar 43,10% dari tahun sebelumnya.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar kenaikan 26,63%, menjadi Rp 1,97 triliun.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 1,43 triliun, mengalami peningkatan sebesar 74,20%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 7,88 triliun, yang mencatatkan penurunan sebesar 1,46% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2,11 triliun, yang mengalami penurunan sebesar 9,82% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen
Hotel.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Perusahaan mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 32,34 miliar, yang mengalami penurunan sebesar 130,62% dari laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 105,62 miliar. Hal ini terutama didorong oleh penurunan laba bruto dan peningkatan beban umum dan administrasi.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Rugi per saham perusahaan tercatat sebesar Rp (6,98), menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan laba per saham semester 1 2024 sebesar Rp 22,94.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: 2,09 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 1,88 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 20,80%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
- Margin Laba Bersih: -1,53%. Ini menggambarkan kerugian bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): -0,57%. Ini menunjukkan perusahaan belum efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): -0,82%. Rasio ini mengukur kerugian yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,43. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan yang relatif rendah.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 12 Agustus 2025, yaitu Rp 2.450, dan EPS tahunan yang diproyeksikan sebesar Rp (13.96), maka PER perusahaan tidak dapat dihitung (negatif). Ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 1,45x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 2.450 dan nilai buku per saham sebesar Rp 1.692,39. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham perusahaan lebih tinggi dari nilai bukunya.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan aset yang signifikan, namun di sisi lain, liabilitas juga meningkat tajam. Kinerja profitabilitas mengalami tekanan yang ditandai dengan penurunan pendapatan dan tercatatnya rugi bersih. Meskipun demikian, dari sisi solvabilitas, rasio utang terhadap ekuitas masih berada pada level yang sehat. Investor perlu mencermati langkah strategis perusahaan ke depan untuk kembali meningkatkan profitabilitasnya. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.