Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Sentul City Tbk (BKSL) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 21,31 triliun, mengalami perubahan sebesar 0,58% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 21,19 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 1,25% menjadi Rp 3,81 triliun.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 0,43% menjadi Rp 17,50 triliun, didorong oleh peningkatan pada pos Aset Tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6,14 triliun, meningkat sebesar 1,73% dari akhir tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 5,25%, menjadi Rp 4,19 triliun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 1,94 triliun, mengalami penurunan sebesar 5,11%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 15,17 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 0,12% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 483,67 miliar, yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 105,24% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 235,66 miliar). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 14,58 miliar, yang mengalami penurunan sebesar 80,11% dari tahun sebelumnya (Rp 73,30 miliar). Penurunan laba bersih ini terutama dipengaruhi oleh adanya “Laba atas penilaian properti investasi” pada semester 1 2024 yang jauh lebih tinggi (Rp 275,15 miliar) dibandingkan periode yang sama tahun ini (Rp 7,23 miliar).

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 0,09, menunjukkan penurunan sebesar 79,55% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang sebesar Rp 0,44.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 0,91 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,33 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 57,35%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 3,02%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 0,14%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 0,19%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER):0,40. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan yang relatif rendah.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 5 Agustus 2025, yaitu Rp 166, PER tahunan perusahaan tercatat sebesar 922,22x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 1,93x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 166 dan nilai buku per saham sebesar Rp 85,96. Rasio ini mengindikasikan harga pasar saham hampir dua kali lipat dari nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan PT Sentul City Tbk pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih mengalami penurunan signifikan akibat tidak berulangnya laba besar dari penilaian properti investasi yang terjadi pada tahun 2024.

Dari sisi neraca, kondisi keuangan relatif stabil dengan sedikit pertumbuhan pada aset dan ekuitas. Rasio solvabilitas (DER) berada di level yang sehat, namun rasio likuiditas (Current dan Quick Ratio) di bawah 1 mengindikasikan adanya tantangan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dari sisi valuasi, PER terlihat sangat tinggi yang disebabkan oleh rendahnya laba bersih saat ini, sementara PBV menunjukkan valuasi yang lebih moderat. Penting bagi investor untuk mempertimbangkan faktor non-operasional seperti laba penilaian aset dalam menganalisis kinerja perusahaan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi.

PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!

📈
https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here