Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightRekap Saham yang Sudah Rilis Laporan Keuangan Q2 2025

Rekap Saham yang Sudah Rilis Laporan Keuangan Q2 2025

Kalau kita bedah 33 emiten berdasarkan laporan keuangan Q2 2025, kelihatan banget mana yang lagi bersinar, mana yang mulai pulih, dan mana yang masih keok total. Yang paling ideal tentu perusahaan yang bisa cetak laba sambil tumbuh, alias laba dan growth-nya sama-sama positif.

Total ada 14 emiten di kategori ini.
INET misalnya, labanya 7,78 Miliar dengan growth luar biasa sampai 666,65%.
CITY juga enggak kalah gila, untung 7,82 Miliar dan tumbuh 317,43%.
Ada juga PPRE yang meski labanya cuma 4,63 Miliar tapi growth-nya tembus 332,43%.
Emiten lain seperti WIFI dengan laba 227,91 Miliar dan growth 153,62%, NICL dengan laba 357,52 Miliar dan growth 386,59%, serta STAA yang untung 656,73 Miliar dengan growth 55,15%, semuanya masuk klub elit ini.

Bahkan BNLI yang untungnya sudah tembus 1,65 Triliun pun masih bisa tumbuh 7,56%. Singkatnya, emiten-emiten ini layak jadi bahan incaran utama karena selain masih untung, arah bisnisnya jelas lagi berkembang.

Lanjut ke kelompok yang masih untung tapi pertumbuhannya negatif, ada 8 emiten. Ini artinya mereka cetak laba, tapi dibanding tahun lalu justru menurun. WEGE misalnya, labanya 420 juta tapi anjlok sampai -97,77%.
EAST masih untung 12,62 Miliar tapi turun -18,15%, WTON laba 4,35 Miliar tapi nyusut -75,71%, dan KJEN cuma mampu sisa 160 juta karena tergerus -73,87%.

Bahkan BACA dan EURO walau untung, masing-masing turun -0,35% dan -73,57%.
PTMR yang untung 1,45 Miliar juga masuk kategori ini karena growth-nya -48,09%.
ADHI pun meski laba 7,54 Miliar, tetap tercatat turun -45,23%. Kategori ini perlu diwaspadai karena kalau tren negatif ini berlanjut, tahun depan mereka bisa geser ke zona rugi. Jadi walau belum parah, mereka ini tanda-tanda mulai ngos-ngosan.

Kategori berikutnya adalah emiten yang masih rugi tapi mulai menunjukkan perbaikan, jumlahnya cuma 3.
WSKT misalnya, walau masih rugi 2,14 Triliun tapi kerugiannya menurun tipis 0,86%. WSBP juga sama, rugi 236,88 Miliar tapi growth-nya 49,44%, artinya tahun lalu kerugiannya lebih parah. MTPS juga dalam kondisi serupa, rugi 2,64 Miliar tapi ada perbaikan 35,17%.
Mereka ini bisa dibilang mulai sadar napas setelah koma panjang. Kalau recovery ini konsisten dan ditopang perbaikan operasional nyata, mereka berpotensi balik untung. Tapi kalau enggak ada perubahan signifikan di bisnisnya, ya tetap jadi saham sabar dan spekulatif.

Terakhir yang paling mengenaskan adalah kelompok yang rugi dan makin parah. Totalnya ada 8 emiten dan semuanya kayak masuk jurang tanpa rem.
WIKA paling parah, rugi sampai 1,66 Triliun dengan growth -513,80%. MPRO juga rugi 20,59 Miliar dan makin jeblok -21,49%.
Lalu ada DIGI rugi 3,56 Miliar, MSIE minus 470 juta, dan MEDS minus 3,87 Miliar, semuanya tanpa ada tanda-tanda pemulihan.
SNLK, BBSS, dan AIMS juga rugi dan growth-nya merah semua. Mereka ini udah kombinasi rugi dan makin rugi. Bukan cuma warning, tapi sinyal bahaya serius. Biasanya penyebabnya bisa dari beban utang tinggi, bisnis mandek, atau ada masalah struktural.

Kalau dikelompokkan, ada 14 saham dengan laba dan growth bagus, 8 saham laba tapi mulai stagnan, 3 saham rugi tapi menunjukkan perbaikan, dan 8 saham rugi total tanpa perbaikan. Secara strategi investasi, saham dengan laba dan growth positif jelas paling layak dikoleksi. Mereka punya fundamental kuat dan masih ekspansi.

Yang masih rugi tapi mulai membaik bisa dijadikan watchlist jangka menengah, asal manajemennya bisa buktikan perbaikan.

Sementara yang rugi makin parah, itu cocok buat bahan belajar dan contoh nyata kenapa fundamental itu penting. Jadi kesimpulannya, di tengah kondisi ekonomi yang enggak gampang, emiten dengan laba kuat dan pertumbuhan positif tetap jadi idola, sementara yang rugi dan makin tenggelam perlu dihindari kecuali siap ambil risiko besar.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here