Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSaham Treasury Hasil Buyback Dijual Rugi?

Saham Treasury Hasil Buyback Dijual Rugi?

Saya sengaja sembunyikan nama sahamnya agar ini comply dengan aturan OJK. Saat membuat tulisan ini pun, saya tidak dapat duit atau dibayar oleh user Stockbit yang bertanya. Ini murni diskusi biasa.

Jadi ceritanya ada salah satu emiten konstruksi di BEI baru saja menyelesaikan misi menjual seluruh saham hasil buyback yang dulu pernah mereka kumpulkan. Totalnya ada 38,56 juta lembar saham, dan transaksi dilakukan di pasar reguler BEI pada 16 Juli 2025 lewat salah satu sekuritas swasta. Harga jual rata-rata per lembarnya cuma Rp524, jadi perusahaan hanya dapat uang tunai sebesar Rp20,19 miliar. Sayangnya, angka ini lebih rendah dari harga beli saat buyback dulu, sehingga mereka harus mencatat kerugian sebesar Rp4,61 miliar hanya dari batch ini saja.

Kalau ditotal dari awal program buyback batch 1a dan 1b, perusahaan ini sudah menjual 54,34 juta lembar saham treasury, dapat duit Rp25,66 miliar, tapi total rugi yang ditanggung dari selisih harga jual dan beli mencapai Rp9,37 miliar. Dan yang lebih penting, semua saham treasury itu sekarang sudah habis, alias tak ada lagi sisa di neraca.

Perusahaan ini kemudian melaporkan fakta material ini ke OJK lewat surat resmi tanggal 18 Juli 2025. Mereka menjelaskan bahwa transaksi ini sudah sesuai dengan aturan OJK, yaitu POJK 29/2023 tentang buyback saham, dan juga mengacu pada POJK 45/2024 soal penguatan tata kelola emiten. Selain itu, mereka juga menyebut bahwa rencana pengalihan saham ini sudah diajukan lebih dulu lewat surat tertanggal April 2025.

Secara administratif, semuanya tampak rapi. Tapi dari sisi keterbukaan informasi, ada yang kurang. Dalam laporan yang dikirim ke OJK, memang disebutkan bahwa mereka menjual saham di bawah harga beli dan rugi miliaran. Tapi tidak ada penjelasan kenapa bisa rugi sebanyak itu.

Padahal menurut Pasal 24 ayat (2) POJK 29/2023, kalau emiten menjual saham treasury lebih murah dari harga belinya, mereka wajib memberi alasan yang masuk akal dan transparan. Misalnya karena harga pasar terus turun, kebutuhan likuiditas mendesak, atau pertimbangan strategis lainnya. Sayangnya, penjelasan itu gak muncul sama sekali di dokumen yang disampaikan.

Selain itu, laporan ini juga tidak menyebut dampaknya ke laba per saham (EPS), nilai ekuitas, atau rasio keuangan lainnya. Padahal informasi seperti itu penting buat investor publik, apalagi kerugiannya nyaris Rp10 miliar. Kalau perusahaan tidak jujur soal efeknya ke fundamental, bagaimana publik bisa menilai apakah keputusan manajemen ini bijak atau gegabah?

Jadi meskipun prosedurnya kelihatan sah dan sesuai regulasi, pelaporan semacam ini tetap menyisakan pertanyaan. Apa benar ini demi efisiensi modal? Atau ada tekanan keuangan tertentu yang gak diungkap? Semua bisa saja terjadi. Yang jelas, dalam dunia pasar modal, transparansi bukan sekadar formalitas. Ini soal menjaga kepercayaan investor.

Disclaimer
Konten ini bersifat informasi umum dan dibuat semata untuk tujuan edukasi. Saya bukan penasihat investasi berizin dari OJK dan tidak memiliki izin usaha atau izin perseorangan di bidang pasar modal. Konten ini bukan merupakan ajakan, penawaran, rekomendasi, atau analisis atas suatu Efek, produk, maupun layanan pasar modal.

Segala bentuk opini yang disampaikan adalah pendapat pribadi, tidak mewakili pihak manapun, dan tidak dimaksudkan untuk memengaruhi keputusan investasi.

Investor diharapkan untuk melakukan riset mandiri secara menyeluruh, atau berkonsultasi dengan penasihat investasi yang telah memiliki izin resmi dari OJK, sebelum membuat keputusan jual atau beli Efek apapun.

Saya tidak menerima kompensasi, imbalan, atau bentuk afiliasi apapun dari perusahaan efek, emiten, atau pihak ketiga lainnya dalam pembuatan konten ini, kecuali secara eksplisit dinyatakan sebaliknya.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here