Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightBeli Saham yang Produknya Kita Pakai?

Beli Saham yang Produknya Kita Pakai?


Saham yang labanya besar pun, kalau volume transaksi dan harga hariannya tidak dijaga, maka saham itu pada akhirnya akan sepi dan kehilangan peminat. Mengharapkan capital gain dari saham seperti ini jadi mustahil, karena saham yang sudah sepi peminat dan kehilangan market maker itu cenderung akan sideways dan downtrend.

Bisa lihat saham UNVR, GGRM , HMSP, semuanya jadi saham yang hanya menimbulkan capital loss dalam 5 tahun terakhir. Untuk dividen, mereka masih rutin bagi dividen karena memang secara fundamental saham mereka masih bisa cetak laba, produknya masih laku.
Sayangnya, lakunya produk mereka di dunia nyata tidak terkonversi ke lakunya saham mereka di bursa.

Sabun Lifebuoy UNVR itu produk jualan.
Lembar saham UNVR itu juga produk jualan.
Tapi keduanya adalah produk yang berbeda.

Meskipun sabun Lifebuoy laris di kalangan mahasiswa untuk membersihkan diri siang dan malam, belum tentu saham UNVR laris dibeli mahasiswa. Karena mahasiswa lebih suka beli kripto, diamond Free Fire, saham Prajogo Pangestu, dan top up judol ketimbang beli saham UNVR.

Itulah kenapa beli saham yang produknya sering dipakai tiap hari belum tentu akan otomatis bikin cuan dari sahamnya. Secara dividen gain mungkin cuan selama perusahaan cetak laba. Tapi secara capital gain, belum tentu. Bisa tanya itu investor yang hold GGRM dan HMSP yang tiap hari ngudud selama 5 tahun terakhir. Tiap hari mereka lihat rokok, tapi begitu lihat porto, langsung menetes air mata.

Begitu juga investor yang hold WIKA dan WSKT selama 5 tahun terakhir. Mereka tiap hari lihat WIKA dan WSKT bikin tol dan gedung. Produknya dilihat tiap hari, tapi begitu investor lihat porto, langsung menangis karena suspend.

Sedangkan investor Bitcoin dan investor BREN mungkin tidak pernah sama sekali lihat produk atau tidak pernah pakai produknya. Tapi begitu lihat porto, mereka tersenyum.

Apa yang bisa diambil hikmahnya? Tidak ada. Untuk dapat capital gain di saham, kita butuh bandar. Sedangkan untuk dapat dividen gain, kita butuh laba. Jadi kalau mau dapat capital gain dan dividen gain, maka kita butuh bandar dan laba.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here