- Penjualan Q1 2025 tumbuh 17,58% menjadi sekitar Rp840 miliar, dengan laba bersih naik signifikan 41,97% didorong efisiensi operasional dan sinergi dengan principal.
- Perseroan menargetkan pertumbuhan 2025 minimal setara atau lebih tinggi dari capaian 2024, sejalan dengan hasil positif Q1.
- Tidak ada pembagian dividen untuk tahun buku 2024, dan KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra ditunjuk kembali sebagai auditor eksternal.
- Saat ini PEVE telah bermitra dengan 40 principal (27 farmasi, 13 consumer) dan terus membuka peluang kerja sama baru yang potensial.
- Capex tidak ditentukan secara spesifik karena bisnis distribusi lebih menekankan pada peningkatan modal kerja daripada belanja modal fisik.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!


