- Pendapatan 2024 naik signifikan dan target 2025 ditetapkan sebesar Rp19 miliar, dengan strategi memaksimalkan alat yang tersedia dan efisiensi operasional.
- Strategi utama difokuskan pada layanan cepat dan sistem pemantauan alat secara real time untuk menekan downtime dan menjaga loyalitas pelanggan.
- Pergerakan saham yang sempat masuk kategori UMA tidak berdampak pada kinerja; manajemen fokus menjaga fundamental dan tidak menjual saham pribadi.
- Belum ada rencana pembagian dividen dalam waktu dekat karena dana hasil IPO telah habis dan masih difokuskan untuk investasi alat serta penguatan modal.
- Kegiatan CSR rutin dilakukan dua kali setahun dengan bentuk bantuan sosial seperti pembagian sembako dan program kemanusiaan lainnya.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!