- Perseroan tetap optimis terhadap prospek batubara meski menghadapi tekanan dari pasar Rusia, kebijakan HBA, dan biaya logistik yang meningkat akibat B40.
- Arus kas dijaga positif lewat efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan diversifikasi bisnis di luar batubara.
- PT Malinau Hijau Lestari membangun pabrik wood pellet dengan target selesai akhir 2025 dan mulai eksplorasi pasar ekspor.
- CAPEX 2025 sebesar hampir USD 70 juta, dengan 67% dialokasikan untuk pengembangan energi baru terbarukan.
- Dividen tahun buku 2024 sebesar Rp46,64 miliar (Rp38/saham) dibagikan, dan DPR sekitar 14,5% dari laba, sementara sisa laba digunakan untuk ekspansi bisnis grup.
Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!