Harum Energy Tbk. (HRUM) membuka tahun 2025 dengan kejutan manis: laba bersih melonjak drastis hingga 467% menjadi USD5,56 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya USD987,31 ribu. Lonjakan ini turut mendorong laba per saham dasar ikut terbang ke angka USD0,00042, dari sebelumnya USD0,00007.
Total pendapatan HRUM selama Januari–Maret 2025 mencapai USD298,93 juta, naik signifikan dari USD265,97 juta pada kuartal I tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang naik ke USD296,81 juta. Sebaliknya, pendapatan dari sewa menyusut ke USD2,11 juta.
Ironisnya, meski pendapatan meningkat, laba kotor justru turun menjadi USD59,56 juta—lebih rendah dibanding USD70,08 juta pada periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan tekanan dari sisi biaya produksi yang membengkak, di mana beban pokok pendapatan melonjak menjadi USD239,37 juta dari sebelumnya USD195,89 juta.
Salah satu sorotan dalam laporan ini adalah beban keuangan yang melonjak drastis ke USD11,23 juta, dari hanya USD3,62 juta. Kenaikan signifikan ini bisa menjadi alarm bagi investor—apakah perusahaan mulai mengambil utang lebih banyak untuk ekspansi, atau justru menghadapi tekanan likuiditas. Hal ini diperkuat dengan catatan liabilitas yang naik tajam ke USD1,07 miliar, dari posisi akhir 2024 sebesar USD791,88 juta.
Total aset HRUM per akhir Maret 2025 tercatat sebesar USD2,86 miliar, naik dari USD2,57 miliar pada akhir tahun lalu. Namun yang menarik, ekuitas perusahaan nyaris stagnan di USD1,78 miliar. Ini berarti pertumbuhan aset terutama ditopang oleh kenaikan liabilitas—bukan pertumbuhan modal sendiri.