Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightBSSR di Persimpangan Jalan: Fundamental Kuat, Tapi Cadangan Belum Diperbarui

BSSR di Persimpangan Jalan: Fundamental Kuat, Tapi Cadangan Belum Diperbarui

Per kuartal I 2025, kinerja keuangan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) tampak solid. Total aset perusahaan per akhir Maret tercatat sebesar USD 379,87 juta, hanya sedikit menurun dibanding posisi Desember 2024 yang sebesar USD 383,12 juta. Penurunan ini bukan berasal dari kerugian maupun divestasi, melainkan pergeseran aset—khususnya piutang yang berhasil dikonversi menjadi kas, serta aset eksplorasi yang direklasifikasi menjadi properti tambang aktif.

Aset lancar mengalami penurunan dari USD 190,14 juta menjadi USD 179,25 juta. Penyebab utamanya adalah turunnya piutang usaha pihak ketiga dari USD 75,40 juta menjadi USD 35,61 juta. Namun ini merupakan sinyal positif, karena uang tersebut masuk ke kas perusahaan. Hal ini tercermin dari lonjakan kas dan setara kas yang naik +58,3% menjadi USD 56,79 juta. Jarang terjadi di sektor tambang, rasio konversi piutang ke kas seperti ini menunjukkan manajemen arus kas BSSR sangat terjaga. Sementara itu, persediaan meningkat dari USD 43,13 juta menjadi USD 53,81 juta. Kenaikan ini bisa mencerminkan persiapan pengiriman, strategi buffering untuk musim ekspor, atau strategi harga jangka pendek. Di sisi aset tidak lancar, nilai aset justru naik dari USD 192,98 juta menjadi USD 200,62 juta. Lonjakan terbesar berasal dari properti tambang, yang meningkat dari USD 60,53 juta ke USD 71,57 juta (+18,2%). Ini terjadi karena aset eksplorasi senilai USD 18,54 juta dikonversi menjadi tambang aktif setelah dinyatakan layak produksi. Sisa saldo eksplorasi kini tinggal USD 0,55 juta, menandakan perusahaan cepat dalam memonetisasi temuan.

Aset tetap BSSR stabil di kisaran USD 69 juta, hanya turun sedikit akibat depresiasi. Saat ini, perusahaan sedang mengerjakan proyek infrastruktur baru senilai USD 13,09 juta yang ditargetkan rampung antara April hingga September 2025. Tidak ada catatan penurunan nilai (impairment), dan semua aset telah diasuransikan dengan nilai pertanggungan USD 96,61 juta—menunjukkan tata kelola risiko yang cukup rapi.

Meski sisi keuangan tampak sehat, tantangan terbesar BSSR justru berasal dari aspek cadangan batubara. Per Maret 2025, cadangan terbukti dan terduga perusahaan tercatat sebesar 46,23 juta ton. Namun angka ini masih mengacu pada laporan teknis tahun 2022. Artinya, belum ada pembaruan resmi selama dua tahun terakhir. Produksi Q1 2025 mencapai 3,921 juta ton. Jika menggunakan data produksi tahunan 2024 sebesar 21,35 juta ton, maka secara teoritis umur tambang BSSR hanya tersisa sekitar 2,2 tahun. Ini merupakan sinyal peringatan keras. Tanpa temuan cadangan baru yang diakui secara resmi, umur ekonomis BSSR bisa berakhir sebelum sempat mengajukan konversi IUP. Cadangan terbesar berada di anak usaha PT Antang Gunung Meratus (AGM), khususnya di Blok IV Tapin dengan 19,55 juta ton. Konsesi induk di Kutai Kartanegara memegang 14,21 juta ton, sisanya tersebar di Blok II dan III AGM.

Dari sisi perizinan, posisi BSSR cukup aman. IUP Operasi Produksi induk di Kutai Kartanegara berlaku hingga Mei 2027, mencakup lahan seluas 2.459 hektare. AGM memiliki PKP2B seluas 22.433 hektare yang berlaku hingga 2029 dan sudah dilengkapi IPPKH hingga Juli 2029. Skema bagi hasil AGM cukup kompetitif: 86,5% untuk perusahaan dan 13,5% untuk negara.

Struktur keuangan BSSR sangat konservatif. Total liabilitas hanya USD 96 juta, dengan utang berbunga hanya USD 2,18 juta—jauh lebih kecil dibanding kas mereka. Artinya, posisi keuangan perusahaan berada di kondisi net cash. Bahkan setelah membayar dividen USD 25 juta, belanja eksplorasi, dan pembangunan infrastruktur, BSSR masih mencetak arus kas operasional sebesar USD 61,63 juta hanya dalam satu kuartal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here