PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dengan kode ticker ADHI, telah menyelesaikan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan – RUPST Tahun Buku 2024 pada Rabu, 30 April 2025, bertempat di Kantor Pusat Operasional ADHI, ADHI Tower, Jalan MT Haryono Cawang, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran direksi dan dewan komisaris.
Agenda RUPS Tahunan hari ini adalah:
- Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan, Persetujuan
Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Program
Pendanaan Usaha Mikro Dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2024 sekaligus Pelunasan dan
Pembebasan Tanggung Jawab Sepenuhnya (volledig acquit et de charge) Kepada Direksi atas
Tindakan Pengurusan Perseroan dan Dewan Komisaris atas Tindakan Pengawasan Perseroan
yang Telah Dijalankan Selama Tahun Buku 2024; - Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2024;
- Penetapan Gaji/Honorarium, Fasilitas dan Tunjangan Lainnya serta Tantiem bagi Anggota
Direksi dan Anggota Dewan Komisaris; - Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan Audit Laporan Keuangan serta Laporan
Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2025; - Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum;
- Persetujuan perubahan atas Rencana Penggunaan Dana hasil penawaran umum terbatas
melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II
(“PMHMETD II”); - Persetujuan Penerbitan Sukuk dan/atau Medium Term Notes melalui Penawaran Umum
dan/atau Penawaran Umum Berkelanjutan; dan - Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
Pada agenda kesatu ADHI telah menyetujui laporan kinerja audited pada Tahun Buku 2024, Laba bersih 2024 mengalami peningkatan sebesar 18,0% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh dua hal, yang pertama adanya margin laba kotor yang mengalami peningkatan yakni sebesar 12,2% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 11,6%. Yang kedua, pertumbuhan laba JV dari tahun sebelumnya sebesar 81,4%. Untuk Liabilitas mengalami penurunan sebesar 18,8% atau setara Rp5,9 triliun yang didominasi oleh penurunan kewajiban kepada mitra kerja sebesar Rp2,1
triliun serta kewajiban kepada bank dan lembaga keuangan lainnya/obligasi sebesar Rp3,1 triliun. Pada agenda keenam menetapkan perubahan atas Rencana Penggunaan Dana hasil penawaran umum terbatas melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (“PMHMETD II”). Perubahan penggunaan dana untuk mengoptimalkan pembangunan proyek Tol Solo Yogyakarta-Kulon Progo yang telah dilakukan kajian dan reviu dari BPKP. Usulan perubahan ini tidak mengubah esensi pemanfaatan Dana Hasil Penawaran Umum baik dalam memberikan kontribusi bagi
perekonomian maupun terhadap kepentingan masyarakat luas.
Kemudian pada agenda terakhir, yakni Perubahan Susunan Pengurus Perseroan, telah diputuskan bahwa susunan pengurus sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama : Dody Usodo Hargo
- Komisaris Independen : R. Erwin Moeslimin Singajuru
- Komisaris Independen : Elan Suherlan
- Komisaris Independen : Rustam Sofyan Sirait
- Komisaris : Bob Arthur Lombogia
Direksi:
- Direktur Utama : Entus Asnawi Mukhson
- Direktur Human Capital dan Legal : Ki Syahgolang Permata
- Direktur Keuangan : Bani Iqbal
- Direktur Operasi I : Alloysius Suko Widigdo
- Direktur Operasi II : Harimawan
- Direktur Operasi III : Vera Kirana
- Direktur Manajemen Risiko dan Kesisteman : Yan Arianto
PT Adhi Karya (Persero) Tbk. memiliki kode ticker saham ADHI, merupakan salah satu BUMN yang utamanya bergerak di bidang konstruksi. ADHI merupakan BUMN Konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Maret 2004, sehingga sejak saat itu 36% saham ADHI dimiliki oleh masyarakat luas. Selain bisnis konstruksi dan engineering, ADHI memiliki tiga bisnis lain antara lain property & hospitality, manufaktur, dan investasi
& konsesi. Sejalan dengan hal ini, ADHI menciptakan tagline Beyond Construction yang menegaskan, bahwa ADHI tidak hanya memberikan jasa konstruksi, tetapi juga jasa lain yang manfaatnya dapat dirasakan secara terus menerus, baik bagi lingkungan, sosial dan bisnis Perusahaan. ADHI berpartisipasi dalam berbagai Proyek Strategis Nasional, seperti dalam Pembangunan Trans Jawa untuk Tol Cisumdawu, Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, hingga Tol Probolinggo-Bayuwangi, serta dalam Pembangunan Trans Sumatera untuk Tol Sigli-Banda Aceh hingga Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Lampung serta Jalan Lintas Timur Sumatera. ADHI turut berperan dalam pembangunan infrastruktur IKN Nusantara, melalui pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi, Jalan Tol Kariangau-Karangjoang Seksi 3A, hingga Jembatan Pulau Balang dan Intake Sepaku. ADHI juga berhasil membuktikan diri
sebagai champion of railway melalui beberapa proyek kereta, seperti LRT Jabodebek, MRT Jakarta Fase 2A, hingga mendapatkan proyek regional di Manila, Filipina untuk proyek North-South Commuter Railways. ADHI kini tengah menjadi pelopor konstruksi berbasis lingkungan dengan menjadi kontrakor pelaksana Pengolahan Sampah Terbesar di Indonesia, RDF Bantargebang dan mengembangkan pengelolaan lingkungan, FPLT Kawasan Industri di Medan.


