Ekspansi margin di Divisi Kapal Milik terus mendorong profitabilitas, meskipun kuartal berjalan lesu di mana Total Pendapatan turun sebesar 9,2%YoY dari US$18,4 juta pada 1Q2024 menjadi US$16,7 juta pada 1Q2025. Pendapatan lebih rendah ditimbulkan
oleh kebangkitan setelah musim hujan yang lebih lambat dari yangdiperkirakan, yang terutama memengaruhi Divisi Chartering.
Divisi Kapal Milik terus berkinerja baik dimana kapal-kapal high tierdan kapal-kapal DP mid tier mengalami peningkatan utilisasi. Laba Kotor dari Kapal Milik melonjak sebesar 55,8%YoY menjadi US$6,1 juta pada 1Q2025 dibandingkan dengan 1Q2024, yang dihasilkan dari pendapatan sebesar US$14,8 juta (+6,1%YoY). Dengan lebih banyak PSV yang beroperasi, margin kotor Kapal Milik terus meningkat menjadi 41,2% pada 1Q2025 dari 28,1% pada 1Q2024. Tarif sewa rata-rata pada 1Q2025 lebih tinggi 31% dari 1Q2024,
disebabkan kenaikan jumlah kapal-kapal dengan pendapatan lebih tinggi dalam armada Perusahaan. Segmen bawah armada mid tier tidak berkinerja baik pada 1Q2025, dikarenakan beberapa kapal mid tier telah menyelesaikan kontrak spot. Permintaan OSV melambat selama triwulan tersebut, dengan beberapa penundaan proyek, meskipun terdapat beberapa tender yang sedang berlangsung. Utilisasi armada turun menjadi 57% pada 1Q2025 dibandingkan dengan 63% pada 4Q2024. Dua unit HLB tambahan yang dikirimkan pada bulan Februari dan Maret 2025 baru mulai beroperasi pada bulan April 2025.
Biaya Langsung Kapal Milik berkurang 13,3%YoY menjadi US$8,7 juta dari US$10,1 juta pada 1Q2024. Terdapat penghematan biaya pemeliharaan (-28,2%YoY), yang turun dari US$2,4 juta pada 1Q2024 menjadi US$1,7 juta pada 1Q2025, dikarenakan terdapat biaya persiapan untuk kontrak internasional pada tahun 2024, yang tidak berulang di 1Q2025. Penjualan 3 unit kapal selama tahun 2024 menyebabkan penurunan biaya Operasional sebesar 31,0%YoY, dari US$1,1 juta pada 1Q2024 menjadi US$0,8 juta pada 1Q2025.
Sementara biaya Awak Kapal juga turun 7%YoY, dari US$2,5 juta pada 1Q2024 menjadi US$2,4 juta. Biaya bunker terjaga pada US$0,5 juta (+1,8%YoY), mencerminkan harga minyak yang stabil dan jumlah mobilisasi kapal yang rendah. Sebagai hasil dari upaya berfokus pada kapal Dynamic Positioning (DP) yang telah mengalami peningkatan tarif sewa yang lebih kuat, margin Laba Kotor meningkat dari 27,1% pada 1Q2024 menjadi
39,3% pada 1Q2025, yang menunjukkan ketahanan armada yang mendasar meskipun terdapat penundaan jangka pendek akan waktu permulaan proyek.
Total Biaya Tidak Langsung meningkat sebesar 6,5%YoY menjadi US$2,4 juta pada 1Q2025, dibandingkan dengan US$2,3 juta pada 1Q2024. Peningkatan ini terutama didorong oleh peningkatan biaya pemasaran dan gaji karyawan. Dengan meningkatnya partisipasi dalam tender internasional, Biaya Pemasaran pada 1Q2025 naik dua kali lipat menjadi US$0,17 juta (+125,3%YoY) dari US$0,08 juta pada 1Q2024. Gaji Karyawan memberikan kontribusi sebesar US$0,09 juta terhadap peningkatantersebut, naik 5,2%YOY menjadi US$1,8 juta pada 1Q2025, disebabkan adanya penambahan karyawan tetap dan kenaikan gaji karyawan. Laba Operasional pada 1Q2025 sebesar US$4,1 juta, meningkat
52,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Margin operasi naik menjadi 24,7% pada 1Q2025 dari 14,7% pada 1Q2024.
Biaya bunga naik dua kali lipat menjadi US$0,5 juta pada 1Q2025, karena Persahaan memperoleh pinjaman baru untuk membiayai PSV dan beberapa HLB yang dibeli tahun lalu. Di sisi lain, pendapatan bunga naik sebesar 32,0%YoY menjadi US$0,1 juta pada 1Q2025, sejalan dengan perolehan arus kas yang kuat. Ekuitas pada entitas asosiasi mencatat kerugian sebesar US$0,04 pada 1Q2025 dibandingkan dengan keuntungan sebesar US$0,2 juta pada 1Q2024, mencerminkan utilisasi lebih rendah yang
dialami oleh perusahaan asosiasi. Penjualan aset tetap memberikan kontribusi keuntungan sebesar US$0,2 juta dari penjualan kapal low tier pada 1Q2025, yang secara
efektif merealisasikan nilai moneter armada. Perusahaan mencatat kerugian valas sebesar US$0,4 juta dari piutang dagang berdenominasi Rupiah, yang disebabkan oleh penguatan USD. Kepentingan non pengendali meningkat secara signifikan sebesar US$1,5 juta dibandingkan dengan US$0,4 juta pada 1Q2024, yang mencerminkan porsi kepentingan minoritas atas laba dari bisnis PSV, dimana Wintermar memegang saham sebesar 51%. Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan untuk 1Q2025 sejumlah US$1,6 juta, turun 25,6%YoY dari US$2,2 juta pada 1Q2024.
Prospek jangka panjang untuk kapal pendukung lepas pantai (OSV) masih positif, walaupun dalam jangka pendek, industri ini tidak luput dari ketidakpastian yang mempengaruhi sentimen bisnis global yang muncul dari fluktuasi kebijakan di AS. Sebagai akibat dari pengenaan tarif, pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun 2025
telah direvisi turun sementara risiko geopolitik telah meningkat di tengah kekhawatiran akan meningkatnya perang dagang. Pada 1Q2025, kehati-hatian global ini menambah perlambatan musiman di Asia, yang mengakibatkan beberapa penundaan dimulainya proyek. Namun, perencanaan sedang dilakukan untuk beberapa proyek pengeboran lepas pantai yang diperkirakan meningkat menjelang akhir tahun, yang memberikan dukungan
untuk tarif sewa. Pasar barang bekas telah aktif dengan harga yang lebih tinggi yang ditawarkan untuk OSV bekas dalam kondisi beroperasi, yang menunjukkan bahwa masih terdapat permintaan yang kuat di tahun-tahun mendatang. Tahun ini dimulai dengan lambat, yang berdampak pada utilisasi pada 1Q2025 dimana 60% dari armada masih bergantung pada kontrak spot jangka pendek. Margin kotor yang telah meningkat
akan dipertahankan berkat campuran armada yang lebih baik, seperti yang terlihat dari pertumbuhan tinggi laba kotor dan laba operasi. Perusahaan telah menerima 2 unit Heavy Load Barges (HLB) pada 1Q2025 yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada
2Q2025, dan telah mendapatkan kontrak-kontrak kapal high tier tambahan, sehingga mendukung profitabilitas yang berkelanjutan di akhir tahun. Melihat ke depan hingga tahun 2026, kami masih optimis dengan permintaan kapal DP yang akan dibutuhkan untuk
beberapa proyek pengeboran air dalam baru yang sedang dikembangkan tahun ini. Total kontrak yang dimiliki untuk dijalankan Perusahaan hingga akhir Maret 2025 telah meningkat menjadi US$71,9 juta.