Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightApakah BSBK Bisa Bayar Dividen Lagi?

Apakah BSBK Bisa Bayar Dividen Lagi?


Pertanyaan utama semua investor dividen hunter ketika LK Full Year rilis. Bisa ndak bagi dividen lagi? PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) memang baru saja mencetak laba Rp349,58 miliar di 2024, naik 783% dibanding tahun lalu. Keliatan kaya raya? Jangan buru-buru terkesima. Rp270,58 miliar dari angka itu cuma revaluasi aset, alias duit di atas kertas. Tanpa revaluasi, laba bersih operasional cuma Rp79 miliar. Jadi kalau ada yang berpikir BSBK mendadak tajir melintir, mungkin perlu dicek ulang apakah ini profit beneran atau cuma angka yang dibagus-bagusin.

Nah, sekarang mari kita lihat realitanya. Cashflow operasi (CFO) tahun ini Rp105,26 miliar, naik 50% dari tahun lalu yang cuma Rp70,02 miliar. Sekilas, ini kabar bagus. Artinya, perusahaan masih menghasilkan kas dari bisnisnya. Tapi jangan terlalu senang dulu. Beban bunga utang tahun ini Rp41,48 miliar, hampir separuh dari CFO, yang artinya sebagian besar arus kas harus dialokasikan buat bayar bunga. Ini seperti gaji naik tapi setengahnya langsung diambil buat bayar cicilan KPR.

Lalu ada utang jangka pendek Rp85,09 miliar yang harus dibayar dalam setahun. Sementara kas yang tersedia cuma Rp18,70 miliar, atau hanya cukup buat nutup 22% dari utang jangka pendek. Artinya, kalau BSBK mau selamat, mereka harus mengandalkan CFO buat bayar utang. Untungnya, kalau seluruh CFO digunakan, masih ada sisa sekitar Rp20,17 miliar, jadi masih ada ruang napas.


Sekarang, pertanyaannya: bisakah BSBK bayar dividen? Tahun lalu, mereka bagi dividen Rp25,09 miliar, yang sebagian besar diambil dari cashflow pendanaan. Kalau mau mengulang pola yang sama tahun ini, perusahaan harus pakai hampir 40% dari free cash flow (FCF) Rp63,86 miliar. Bisa sih, tapi dengan risiko menggerus likuiditas. Sementara itu, laba revaluasi yang bikin laporan keuangan terlihat wow nggak bisa dipakai buat bayar dividen. Kecuali kalau BSBK mau bayar dividen pakai appraisal properti atau foto SHGB atau foto properti saja, yang entah bakal diterima investor atau tidak.

Jadi, apakah BSBK dalam kondisi keuangan yang cukup sehat? Iya, sehat secara cashflow tapi tetap ketat. Bisa bayar dividen kecil seperti tahun lalu? Mungkin, tapi nggak ideal karena kas terbatas dan beban utang masih berat. Utang bisa dibayar? Bisa, asalkan CFO tetap positif. Tapi kalau ada kendala dalam operasional atau revenue tersendat, BSBK harus cari uang tambahan entah dari pinjaman baru atau jual aset.

Jadi, intinya dengan laporan keuangan Full Year 2024, BSBK harusnya masih bisa bayar dividen, tapi harus mengorbankan likuiditas.

1. Kalau mau bayar dividen sebesar tahun lalu (Rp25,09 miliar), BSBK harus menggunakan hampir 40% dari Free Cash Flow (FCF) Rp63,86 miliar. Ini berarti ruang gerak kas makin sempit, dan ada risiko jika arus kas operasional terganggu.

2. Kalau tetap bayar dividen, ada yang harus dikorbankan seperti

🌑Likuiditas menipis, karena kas yang tersedia cuma Rp18,70 miliar, jauh di bawah utang jangka pendek Rp85,09 miliar.

🌑Potensi keterlambatan bayar utang atau harus tarik pinjaman baru, karena sebagian besar kas akan habis.

🌑Investasi atau ekspansi bisa tertunda, karena dana yang seharusnya bisa dipakai buat belanja modal malah dipakai untuk dividen.

Jadi BSBK harusnya masih bisa bayar dividen, tapi dengan konsekuensi likuiditas yang ketat dan risiko arus kas makin sempit. Kalau nekat bayar dividen besar, harus siap cari uang tambahan entah dari utang baru atau jual aset.

Jangan lewatkan kesempatan ini—klik link berikut sekarang dan raih keuntungan lebih maksimal! https://bit.ly/PriorityMemberships

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here