Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomePengumuman EmitenHaruskah Ikut RI NINE?

Haruskah Ikut RI NINE?

Rights issue (RI) sering bikin investor minoritas galau, terutama kalau mereka nggak paham dampaknya terhadap investasi. Kalau kamu lagi pegang saham NINE, keputusan untuk ikut RI atau tidak sebenarnya bergantung pada banyak faktor. Dari harga pelaksanaan RI, rasio yang ditawarkan, sampai dampak ke rata-rata harga saham kamu (average price).

Rights issue adalah aksi korporasi di mana perusahaan menerbitkan saham baru untuk menambah modal. Saham baru ini ditawarkan ke pemegang saham lama dengan harga tertentu (harga pelaksanaan RI), biasanya lebih rendah dari harga pasar, supaya menarik minat investor. Dalam kasus NINE, rights issue ini bertujuan mengumpulkan dana sekitar Rp3,28 triliun yang akan digunakan untuk membeli Poh Resources, sebuah perusahaan tambang yang, menariknya, masih dimiliki oleh Poh Group, pengendali NINE. Sangat banyak.

Sebagai pemegang saham, kamu akan mendapat hak untuk membeli saham baru ini sesuai rasio tertentu. Misalnya, kalau rasionya 1:1, artinya setiap satu saham lama yang kamu miliki memberikan kamu hak untuk membeli satu saham baru. Kalau rasionya 1:2, satu saham lama memberi hak untuk membeli dua saham baru, dan seterusnya. Semakin besar rasionya, semakin besar pengaruhnya terhadap investasi kamu.

Kalau kamu ikut RI, rata-rata harga saham kamu (average price) akan berubah tergantung pada harga pelaksanaan RI. Misalnya, kalau kamu beli saham NINE sebelumnya di Rp200 per saham, lalu harga RI ditawarkan di Rp150 per saham, otomatis average price kamu akan turun. Ini karena kamu membeli saham baru dengan harga lebih murah. Sebagai contoh, kalau kamu punya 1.000 saham lama yang kamu beli di Rp200 per saham, lalu kamu beli 1.000 saham baru di Rp150, rata-rata harga saham kamu akan turun menjadi Rp175 per saham. Keuntungannya, average price yang lebih rendah membuat kamu punya peluang lebih besar untuk untung kalau harga pasar tetap tinggi.

Sebaliknya, kalau harga RI lebih tinggi dari harga beli awal kamu, average price kamu akan naik. Misalnya, kalau kamu beli saham NINE di Rp100 per saham, lalu harga RI ditetapkan di Rp150, rata-rata harga kamu setelah ikut RI akan naik, misalnya menjadi Rp125 per saham. Apakah ini buruk? Belum tentu, selama harga pasar NINE tetap di atas Rp125, kamu tetap bisa menikmati keuntungan.

Kalau kamu nggak ikut RI, ada dua hal yang perlu kamu waspadai. Pertama, kamu akan mengalami dilusi saham. Ini artinya porsi kepemilikan kamu di perusahaan akan berkurang karena jumlah saham yang beredar bertambah. Jadi, meskipun jumlah saham kamu tidak berubah, persentase kepemilikan kamu di NINE akan menurun. Contohnya, kalau sebelum RI kamu punya 1.000 saham dari total 1.000 saham beredar (100%), setelah RI dengan rasio 1:1, total saham beredar menjadi 2.000. Artinya, porsi kepemilikan kamu turun menjadi 50%.

Kedua, harga pasar saham biasanya turun setelah RI selesai. Kenapa? Karena jumlah saham yang beredar bertambah, sehingga valuasi perusahaan terbagi ke lebih banyak saham. Kalau kamu tidak ikut RI dan harga pasar turun, kamu bisa mengalami kerugian ganda: porsi kepemilikan berkurang dan nilai saham kamu juga turun. Ini adalah risiko besar yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk tidak ikut RI.

Setelah RI selesai, ada yang namanya harga teoritis setelah rights issue (Theoretical Ex-Rights Price atau TERP). TERP ini dihitung berdasarkan gabungan nilai saham lama dan saham baru yang diterbitkan. Misalnya, kalau harga pasar saham NINE sebelum RI adalah Rp200 per saham, harga RI Rp150 per saham, dan rasionya 1:1, TERP dihitung sebagai berikut :
Total nilai saham lama: 1.000 saham × Rp200 = Rp200.000.
Total nilai saham baru: 1.000 saham × Rp150 = Rp150.000.
Total nilai setelah RI: Rp200.000 + Rp150.000 = Rp350.000.
Total saham setelah RI: 1.000 saham lama + 1.000 saham baru = 2.000 saham.
TERP = Rp350.000 ÷ 2.000 saham = Rp175 per saham.

Dari contoh ini, TERP (Rp175) biasanya lebih rendah dari harga pasar sebelum RI (Rp200), tetapi lebih tinggi dari harga RI (Rp150). TERP ini penting karena sering menjadi acuan harga pasar setelah RI selesai.

Jadi kalau mau ikut RI, maka selalu cek Harga Pelaksanaan RI. Apakah harga RI lebih rendah dari harga beli awal kamu? Kalau lebih rendah, average price kamu akan turun dan ini menguntungkan.

Cek Harga Pasar Saat Ini. Jika harga pasar jauh lebih tinggi dari harga RI, ini bisa jadi peluang untuk menurunkan average price. Tapi hati-hati karena harga pasar sering turun setelah RI selesai.

Cek Rasio RI.Semakin besar rasio RI (misalnya 1:2 atau 1:3), semakin besar pengaruhnya terhadap kepemilikan kamu. Pastikan kamu siap untuk menebus semua hak kamu.

Cek Tujuan Penggunaan Dana RI. Apakah perusahaan menggunakan dana ini untuk hal produktif seperti ekspansi bisnis, atau hanya untuk menutupi utang? Ini menentukan prospek perusahaan ke depan.

Cek kantong kamu.Jangan ikut RI kalau itu memaksakan kamu mengambil risiko finansial yang tidak perlu. Jangan sampai duit mertua diambil demi ikut RI.

Rights issue bisa menjadi peluang besar atau jebakan, tergantung bagaimana kamu menganalisisnya. Kalau harga RI menarik dan prospek perusahaan menjanjikan, ikut RI bisa membantu kamu menurunkan average price dan memberikan potensi keuntungan di masa depan. Tapi kalau kamu ragu dengan tujuan perusahaan atau tidak punya cukup dana untuk ikut, jangan memaksakan diri. Ingat, risiko dilusi dan penurunan harga pasar adalah hal yang harus kamu siapkan kalau memutuskan untuk tidak ikut RI.

Pada akhirnya, keputusan untuk ikut atau tidak tergantung pada strategi investasi kamu. Jangan hanya tergoda euforia pasar, pastikan kamu memahami semua risiko dan peluang sebelum bertindak. Analisis yang matang adalah kunci untuk mengambil keputusan terbaik.

Ingin mendapatkan insight eksklusif lainnya dari PintarSaham? Jangan lewatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan investasi Anda! Klik link berikut ini untuk bergabung dan mulai perjalanan finansial Anda https://bit.ly/NewsLetterPintarSaham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here