Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomePengumuman EmitenMTEL : Kabel Fiber Optik Makin Panjang

MTEL : Kabel Fiber Optik Makin Panjang

Mitratel, atau yang sering kita kenal dengan kode saham MTEL anak TLKM, makin serius menggarap peluang di bisnis fiber optik, yang sekarang menjadi salah satu pilar penting industri telekomunikasi di Indonesia. Hingga September 2024, panjang jaringan fiber optik Mitratel mencapai 39.714 km, dan baru-baru ini mereka menambah jaringan sepanjang 8.101 km melalui akuisisi strategis dari PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur PTPP dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan. Dengan tambahan ini, total panjang jaringan mereka kini mencapai 47.815 km, naik sekitar 20,4% hanya dalam beberapa bulan. Kalau dibandingkan dengan jarak keliling Bumi yang sekitar 40.075 km, panjang jaringan fiber Mitratel ini sudah cukup untuk mengelilingi Bumi lebih dari satu kali. Ini menunjukkan skala jaringan mereka yang semakin luas dan strategis.

Mitratel memiliki pendekatan strategis yang berbeda. Sekitar 56% jaringan fiber mereka berada di luar Pulau Jawa, sementara sisanya 44% ada di Pulau Jawa. Fokus pada area luar Jawa menjadi langkah strategis untuk menggarap pasar yang masih kurang terlayani, di mana permintaan akan infrastruktur telekomunikasi berkualitas terus meningkat. Area ini memiliki potensi besar, terutama dengan dorongan pemerintah untuk pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

Dari segi pendapatan, bisnis fiber optik Mitratel mencatat kontribusi sebesar Rp274 miliar hingga September 2024. Meski baru menyumbang 4% dari total pendapatan perusahaan yang mencapai Rp6,82 triliun, pertumbuhan pendapatan fiber ini mencapai hampir 90% dibanding tahun sebelumnya. Ini adalah angka pertumbuhan yang luar biasa, menunjukkan bahwa bisnis ini punya potensi untuk menjadi pilar utama pendapatan Mitratel di masa depan. Selain itu, jaringan hasil akuisisi baru ini memiliki billable length sebesar 12.524 km, yang artinya ada peluang besar untuk menghasilkan pendapatan tambahan yang signifikan.

Komitmen Mitratel untuk mendukung teknologi 5G juga menjadi sorotan. Teknologi ini membutuhkan backbone jaringan fiber dengan kapasitas besar dan kecepatan tinggi, dan Mitratel siap memainkan peran penting di sini. Mereka sudah mulai masuk ke segmen Fiber to the Tower (FTTT) dan Fiber to the Home (FTTH), yang sangat relevan dengan tren kebutuhan konektivitas internet cepat, baik untuk individu maupun bisnis. Dengan dukungan jaringan fiber mereka, Mitratel berada di posisi strategis untuk memenuhi permintaan operator telekomunikasi yang terus meningkat.

Langkah ekspansi Mitratel tidak terlepas dari aksi korporasi yang signifikan di masa lalu. Pada tahun 2021, mereka mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, yang menjadi salah satu IPO terbesar di sektor telekomunikasi. IPO ini berhasil mengumpulkan dana segar yang digunakan untuk mempercepat ekspansi bisnis, termasuk akuisisi menara telekomunikasi dan pengembangan jaringan fiber. Hasilnya, hingga kini Mitratel memiliki total 39.259 menara telekomunikasi, menjadikannya salah satu pemain terbesar di bisnis menara di Indonesia. Kombinasi bisnis menara dan fiber ini membuat Mitratel memiliki ekosistem infrastruktur yang terintegrasi, memberi mereka keunggulan kompetitif dibandingkan pemain lain.

Mitratel juga terus menunjukkan performa keuangan yang solid. Hingga kuartal ketiga 2024, mereka mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,53 triliun, tumbuh 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pendapatan total mencapai Rp6,82 triliun, Mitratel berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah ekspansi besar-besaran. Pendapatan utama mereka masih didominasi oleh bisnis menara telekomunikasi, tetapi kontribusi dari fiber optik diproyeksikan terus meningkat seiring dengan monetisasi jaringan baru mereka.

Kalau kita bicara soal panjang jaringan fiber Mitratel, 47.815 km ini setara dengan perjalanan darat dari Jakarta ke Surabaya sebanyak 117 kali bolak-balik. Kalau dibandingkan dengan panjang jalan tol Trans-Jawa yang sekitar 1.200 km, jaringan fiber Mitratel lebih panjang hampir 40 kali lipat. Angka ini memberikan gambaran betapa luasnya jaringan yang mereka kelola, dan ini baru permulaan karena mereka masih punya ruang besar untuk ekspansi, terutama di luar Jawa.

Satu lagi hal menarik dari Mitratel adalah pendekatan mereka yang hati-hati tetapi agresif dalam monetisasi aset. Akuisisi jaringan fiber baru ini tidak hanya menambah panjang jaringan, tetapi juga memberikan potensi pendapatan tambahan yang signifikan. Dengan pertumbuhan pendapatan fiber yang hampir dua kali lipat dalam setahun terakhir, mereka menunjukkan bahwa bisnis ini benar-benar menjanjikan.

Ke depan, Mitratel punya tantangan besar untuk memastikan jaringan fiber mereka dimanfaatkan secara optimal. Akuisisi besar tanpa monetisasi yang efektif hanya akan menjadi beban bagi perusahaan. Namun, dengan kombinasi antara ekspansi strategis, inovasi teknologi, dan pengelolaan keuangan yang baik, Mitratel sudah berada di jalur yang benar. Mereka bukan hanya ingin menjadi pemain besar di sektor fiber optik, tetapi juga menjadi penggerak utama transformasi digital di Indonesia. Dengan fondasi yang kuat dan visi yang jelas, Mitratel sedang membangun masa depan yang cerah untuk industri telekomunikasi di tanah air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here