PT GTS Internasional Tbk (GTSI) adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi laut, khususnya dalam pengangkutan gas alam cair (LNG) dan jasa manajemen kapal. Bisnis utama perusahaan ini didukung oleh kemampuan pengangkutan LNG, yang merupakan salah satu bahan bakar utama dalam sektor energi. Dengan berbagai kapal yang dioperasikan untuk mengangkut LNG, GTSI menjadi pemain penting di sektor ini. Selain itu, perusahaan juga menawarkan jasa manajemen kapal yang mendukung operasional berbagai mitra bisnisnya.
Pada 30 September 2024, total aset GTSI mencapai USD 113 juta, meningkat sebesar 4,69% dibandingkan dengan periode akhir 2023, di mana aset tercatat sebesar USD 105,6 juta. Peningkatan aset ini terutama disumbangkan oleh kenaikan kas dan setara kas yang mencapai USD 23,72 juta, meningkat sebesar 8,8% dari periode sebelumnya. Kas dan setara kas ini menyumbang 21,02% dari total aset perusahaan, yang merupakan tanda likuiditas yang baik.
Selain kas, aset lainnya yang mengalami peningkatan signifikan adalah piutang usaha, yang naik sebesar USD 2,85 juta atau 96,5%, mencapai USD 5,8 juta. Ini menandakan peningkatan aktivitas operasional perusahaan. Sementara itu, aset tetap perusahaan sebesar USD 45,68 juta atau 40,5% dari total aset, meskipun mengalami sedikit penurunan sebesar 1,1%.
Liabilitas perusahaan per 30 September 2024 tercatat sebesar USD 46,18 juta, turun tipis sebesar USD 29 ribu atau 0,06% dari periode sebelumnya. Meskipun ada sedikit penurunan, perusahaan masih memiliki beban utang yang signifikan, terutama dari pinjaman berbunga, yang mencapai USD 23,31 juta, atau sekitar 20,65% dari total aset. Utang berbunga ini tetap menjadi perhatian utama dalam struktur keuangan perusahaan.
Piutang macet, yang melebihi 90 hari, tercatat sebesar USD 113,6 ribu, atau 1,96% dari total piutang. Meskipun angka ini tergolong kecil, tetap harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan arus kas perusahaan. Piutang lainnya, seperti piutang pihak berelasi, turun sebesar 93,3% menjadi USD 113,6 ribu. Sementara piutang lain-lain tercatat sebesar USD 523 ribu, turun sebesar 5,4%.
Persediaan perusahaan mengalami peningkatan signifikan sebesar 67,5%, mencapai USD 3,27 juta. Persediaan ini sebagian besar terdiri dari gas alam cair (LNG), yang merupakan produk utama yang diangkut oleh perusahaan. Peningkatan persediaan ini menunjukkan adanya kenaikan dalam aktivitas operasional perusahaan, yang sejalan dengan peningkatan revenue dari segmen pengangkutan LNG.
Pendapatan perusahaan meningkat signifikan sebesar 39,5%, dari USD 16,99 juta pada periode sebelumnya menjadi USD 23,71 juta. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan jasa pengangkutan LNG, yang merupakan segmen terbesar dalam operasional perusahaan. Pertumbuhan revenue ini menjadi salah satu indikator positif bagi perkembangan bisnis GTSI.
Namun, biaya pokok penjualan (COGS) juga mengalami peningkatan sebesar 37,4%, dari USD 13,7 juta menjadi USD 18,1 juta. Meskipun kenaikan COGS ini lebih rendah dari pertumbuhan revenue, tetap saja hal ini mengurangi margin keuntungan perusahaan. Kontributor utama dari kenaikan COGS ini adalah biaya operasional kapal dan bahan bakar yang terus meningkat.
Selling, General, and Administrative Expenses (SGA) perusahaan justru mengalami penurunan sebesar 6,52%, menjadi USD 2 juta. Penurunan ini disebabkan oleh penghematan dalam biaya administrasi dan manajemen umum, yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam mengelola pengeluaran dengan lebih efisien.
Beban lain-lain juga turun sebesar USD 498 ribu, yang memberikan kontribusi positif terhadap laba operasi perusahaan. Penurunan ini mencerminkan adanya efisiensi dalam pengelolaan beban non-operasional, yang tentunya menjadi pertanda positif bagi kesehatan keuangan perusahaan.
Namun, beban keuangan perusahaan meningkat tajam sebesar 211,6%, dari USD 848 ribu menjadi USD 1,7 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya bunga dari utang berbunga yang signifikan, yang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi GTSI dalam mengelola arus kas dan profitabilitasnya.
Meskipun demikian, laba usaha perusahaan meningkat sebesar 13,6%, dari USD 3,3 juta menjadi USD 5,6 juta. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik, dengan revenue yang tumbuh lebih cepat daripada kenaikan biaya operasional.
Laba sebelum pajak juga meningkat sebesar 3,7%, dari USD 4,3 juta menjadi USD 4,53 juta. Pertumbuhan laba ini didorong oleh peningkatan laba usaha, meskipun beban keuangan meningkat.
Laba bersih perusahaan tercatat naik sebesar 2,6%, dari USD 2,2 juta menjadi USD 3,3 juta. Laba bersih ini sebagian besar disumbangkan oleh pertumbuhan revenue dan pengendalian biaya yang efektif. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD 3,2 juta, sementara laba untuk kepentingan non-pengendali sebesar USD 100 ribu.
Arus kas operasional (CFO) perusahaan mengalami peningkatan yang sangat baik, naik sebesar 115,9% menjadi USD 7,7 juta. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan penerimaan kas dari pelanggan, yang mencapai USD 22,45 juta.
Cadangan kas perusahaan juga meningkat sebesar 8,8%, mencapai USD 23,72 juta. Peningkatan cadangan kas ini memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih besar bagi GTSI untuk menghadapi kebutuhan likuiditas dan ekspansi di masa depan.
CFO perusahaan lebih besar dari laba bersih dengan selisih sebesar USD 1,17 juta, yang menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan kas dari operasinya lebih baik daripada laba akuntansi yang tercatat.
Dengan arus kas operasional yang kuat, perusahaan mampu membayar capital expenditure (capex) dan utang berbunga tanpa masalah. CFO juga mampu menutupi semua kebutuhan likuiditas lainnya, termasuk pembayaran arus kas dari aktivitas pendanaan dan investasi.