MYOH mencatat beberapa transaksi afiliasi dan relasi penting hingga 30 Juni 2024. Total nilai transaksi afiliasi mencapai USD 9,28 juta, yang setara dengan 4,16% dari total aset perusahaan sebesar USD 219,82 juta. Nilai ini cukup berarti, tetapi tidak mendominasi keseluruhan aset perusahaan. Hubungan keuangan dengan pihak berelasi tetap terukur dan tidak membebani posisi aset secara keseluruhan.
Dari sisi liabilitas, perusahaan tidak memiliki kewajiban besar yang muncul dari transaksi dengan pihak berelasi. Total liabilitas MYOH sebesar USD 55,08 juta tidak dipengaruhi secara mencolok oleh transaksi afiliasi. Ini menunjukkan bahwa transaksi dengan pihak berelasi tidak memberikan tekanan berlebihan pada utang perusahaan, yang menjaga stabilitas posisi keuangan MYOH secara keseluruhan.
Pendapatan dari pihak berelasi pada periode ini relatif kecil. Dengan total revenue sebesar USD 84,37 juta, kontribusi dari pihak berelasi hanya sebesar USD 121.074, atau sekitar 0,14% dari total revenue. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada pihak afiliasi untuk pendapatan, yang menjadi indikator positif bagi diversifikasi pendapatan MYOH.
Pada sisi beban, transaksi dengan pihak berelasi tidak berdampak besar. Pembayaran sewa kepada PT STI Indonesia sebesar USD 121.074 menyumbang 1,76% dari total beban SG&A sebesar USD 6,87 juta. Meskipun ada peningkatan beban dari transaksi ini, nilainya tetap kecil dibandingkan dengan total beban perusahaan secara keseluruhan.
Transaksi afiliasi terbesar adalah pinjaman kepada PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) sebesar USD 9,15 juta. Pinjaman ini menyumbang 4,16% dari total aset perusahaan, tetapi memiliki tingkat bunga tetap sebesar 8,75%, yang merupakan syarat wajar secara komersial. Transaksi ini dilakukan dengan prinsip bisnis yang sehat, dan tidak ada indikasi bahwa pinjaman ini membahayakan kondisi keuangan perusahaan.
Nilai transaksi dengan pihak berelasi menunjukkan bahwa MYOH tidak tergantung secara berlebihan pada afiliasi untuk mendukung operasionalnya. Dengan transaksi yang terkendali dari segi aset, liabilitas, pendapatan, dan beban, perusahaan tetap berada dalam kondisi yang stabil. Hubungan bisnis ini dilakukan dengan transparansi yang baik, dan selama pengawasan yang ketat terus dilakukan, transaksi ini tidak akan menimbulkan risiko bagi perusahaan.
Meskipun transaksi afiliasi berpotensi menimbulkan risiko jika tidak dikelola dengan baik, dalam kasus MYOH, tidak ada indikasi bahwa transaksi ini masuk dalam kategori berbahaya. Perusahaan telah menerapkan tata kelola yang baik dengan pengungkapan yang transparan dan persyaratan yang wajar untuk setiap transaksi, memastikan risiko tetap terkendali dan tidak mengancam stabilitas keuangan perusahaan.