Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeUncategorizedSkydrugz Corner: Riwayat Laba ESSA 2012 - 2022

Skydrugz Corner: Riwayat Laba ESSA 2012 – 2022

Skydrugz Corner: Riwayat Laba ESSA 2012 – 2022

Pada postingan sebelumnya saya sudah bahas tentang riwayat laba beberapa perusahaan seperti:

Pendahuluan

Pada postingan kali ini saya ingin melihat riwayat Laba ESSA. Berhubung dari data Stockbit terlihat jelas bahwa saham ini sudah anjlok >40% dalam setahun terakhir.

ESSA

Valuasi Saat Ini

Di harga 750, market capital ESSA adalah 12,920 Triliun.

  • PBV 2,35
  • PER 5,97
  • PBV x PER = 2,35 x 5,97 = 14,03

Kelihatan murah karena PER x PBV < 22,5.

Namun saya agak ragu dengan PER ESSA. Mengapa?

Karena rumus PER = Harga saham / EPS

Sedangkan EPS = Laba / jumlah saham beredar

Saya ragu dengan laba ESSA. Rasanya akan berat bagi ESSA untuk mencetak laba seperti di 2022 lagi karena harga ammonia yang menjadi komoditas utama ESSA, harganya sudah anjlok dalam lebih dari 50% dari all time high.

Oleh karena itu menurut saya lebih cocok pakai PBV untuk valuasi ESSA karena bisnisnya komoditas.

Harga Urea dan Amonia ESSA

Kapasitas Produksi

ESSA telah mencapai tingkat utilisasi 120% dengan total kapasitas produksi tahunan Amonia 743 ribu metrik ton. ASP atau average selling price Ammonia ESSA di 2022 sekitar 896 dollar per metrik ton.

Sedangkan produksi LPG 64.000 ton dengan ASP 730 dollar/ton

Harga LPG Propane pun sudah anjlok.

ESSA LPG

Dengan anjloknya harga Amonia dan harga LPG >50% dari titik tertinggi di 2022 maka rasanya mustahil mengharapkan ESSA mencetak laba maksimal seperti 2022.

Di 2022 laba ESSA maksimal karena 2 faktor:

  • 1. Harga Amonia dan LPG naik >100% dari harga rata-rata dalam 10 tahun terakhir.
  • 2. Kapasitas produksi pabrik ESSA dipaksa bekerja >100% utilisasi.

Ketika demand turun atau produksi oversupply maka otomatis harga Amonia dan LPG bisa anjlok dan pada akhirnya kapasitas produksi pun bisa mengalami penurunan.

Penurunan dua hal tersebut dapat berimbas pada turunnya laba perusahaan.

  • Jadi coba bayangkan kapasitas produksi amonia nanti turun menjadi sisa 700.000 metrik ton x harga amonia 350 dollar maka potensi revenue dari amonia = 245 juta dollar
  • Asumsi kapasitas produksi LPG sisa 60.000 ton x ASP 350 dollar = 21 juta dollar
  • Total revenue = 266 juta dollar
  • Asumsi NPM 20%
  • Maka Potensi laba = 266 juta dollar x 20% = 53,2 juta dollar = 798 miliar rupiah (asumsi kurs 15.000)
  • Bandingkan dengan laba ESSA 2022 = 2,18 Triliun.
  • Itu artinya penurunan harga Amonia dan LPG >50% bisa mengakibatkan penurunan laba sekitar 63%. Tapi ini asumsi kasar saja.
  • Dengan asumsi Laba menjadi sisa 798 miliar rupiah maka asumsi jika PER ESSA = 15 maka itu setara dengan market capital 11,97 Triliun. Ini setara dengan harga saham 695 rupiah.
  • Kalau asumsi PER 10 maka laba 798 miliar rupiah setara dengan market capital 7,98 Triliun atau setara dengan harga saham 463 rupiah.

Riwayat Laba ESSA

Laba ESSA

 

  • Dari historis revenue dan laba ESSA maka kita bisa lihat bahwa tahun 2022 adalah tahun terbaik untuk ESSA karena revenue tertinggi 11,4 Triliun terjadi di 2022. Laba tertinggi 2,165 Triliun juga terjadi di tahun yang sama.
  • Di 2022, ESSA pesta pora karena harga Urea meroket.
Harga Urea Amonia
Harga Urea Januari – Desember 2022. Sumber: Data Bank Dunia
  • Hanya sekali saja ESSA merugi yakni di 2020. Itu ESSA hanya rugi 467 milyar
  • Di 2020 itu harga Amonia di Desember 245 dollar.
Harga Urea ESSA
Harga Urea Januari – Desember 2020. Sumber Data Bank Dunia
  • Kita bisa lihat bahwasanya tiap kali harga Amonia anjlok di bawah 300 dolar, laba ESSA langsung ikutan anjlok.
Laba ESSA
Laba ESSA ketika harga Amonia <300 dollar labanya anjlok < 100 Miliar (shading biru). Hanya di 2018 harga Amonia anjlok <300 dollar tapi bisa tetap cetak laba 755 milyar.
  • Di 2018 ESSA bisa mendapatkan laba 755 miliar itu karena restitusi pajak.
  • ESSA mendapatkan restitusi pajak dari 2018 – 2021. Restitusi terbesar terjadi di 2018 yang mencapai 401 milyar.
  • Baru di 2022 ESSA bayar pajak gede mencapai 862 milyar.

Valuasi

Valuasi ESSA

  • Kita bisa lihat valuasi ESSA di zaman dulu kala lebih sering bermain di PBV < 2.
  • PBV > 2 terjadi di 2012-2014 ketika masih awal IPO dan ketika harga Amonia > 300 dollar di 2021 – 2022.

Kesimpulan

  • Dengan turunnya harga Amonia maka kemungkinan besar laba ESSA di 2023 tidak akan lagi sebesar tahun 2022.
  • Malah potensi downside laba ESSA makin besar jika utilisasi pabrik ESSA turun di bawah 100%
  • Laba ESSA yang sekarang bisa besar karena kombinasi dua hal yakni utilisasi pabrik > 100% dan harga Amonia meroket.
  • Valuasi terbaik untuk beli ESSA menurut saya di PBV < 1
  • Valuasi PBV 1 – 2 bisa masuk kategori speculation buy ESSA dengan asumsi selama harga Amonia >300 dollar.
  • Beli ESSA di PBV > 2 ketika harga Amonia <300 dollar menurut saya high risk move.
  • Semua kesimpulan ini didasarkan pada data Historis masa lalu. Belum tentu benar.

Disclaimer:
https://cutt.ly/p8bNpqb

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing.

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here