Skydrugz Corner: Laba Perusahaan Batubara 2022
Di postingan sebelumnya saya sudah bahas mengenai cadangan kas bersih emiten coal seperti $INDY dan ADRO.
https://cutt.ly/b7op4TM
Pada postingan kali ini saya melakukan rekap laba emiten coal yang sudah rilis LK Full Year 2022
Laba Bersih 2022 dan Valuasinya
- 1. $ADRO 38,8 Triliun PBV 1,04 PER 2,52
- 2. BYAN 33,9 Triliun PBV 24,43 PER 21,25
- 3. $ITMG 18,7 Triliun PBV 1,52 PER 2,47
- 4. $PTBA 12,5 Triliun PBV 1,63 PER 3,73
- 5. GEMS 10,6 Triliun PBV 4,48 PER 3,63
- 6. DSSA 9,2 Triliun PBV 0,86 PER 2,88
- 7. $BUMI 8,1 Triliun PBV 1,99 PER 5,98
- 8. $INDY 7,05 Triliun PBV 0,72 PER 1,89
- 9. MCOL 5,4 Triliun PBV 2,73 PER 4,21
- 10. ADMR 5,1 Triliun PBV 5,79 PER 9,31
- 11. HRUM 4,7 Triliun PBV 1,83 PER 4,45
- 12. BSSR 3,7 Triliun PBV 3,08 PER 2,83
- 13. MBAP 2,7 Triliun PBV 1,95 PER 2,72
Dari 13 emiten Batubara dengan laba terbesar di bursa sepanjang 2022 tersebut kita bisa lihat bahwa yang memiliki valuasi PER dan PBV paling murah adalah INDY.
INDY menghasilkan laba 7 Triliun di 2022 tapi valuasi PBV dan PER nya malah lebih rendah dari emiten Batubara lain yang labanya lebih kecil.
PBV INDY masih < 1
PER INDY juga masih < 2
Bandingkan dengan emiten Batubara lain yang labanya kurang dari 5 Triliun yang rata-rata sudah punya PBV > 1 dan PER > 2.
Jika pakai valuasi komparatif maka INDY dapat dikatakan Undervalued jika dibandingkan dengan perusahaan yang sejenis di bidangnya.
Jika PBV INDY bisa mengikuti PBV emiten coal yang lain maka potensi upside dari PBV 0,72 ke PBV 1 masih lumayan besar
Jika PER INDY juga bisa mengikuti PER emiten coal lain di PER >2 maka potensi upside INDY juga masih lumayan besar dari PER 1,89 ke PER 2.
Seandainya saja semua emiten coal bisa punya valuasi PER dan PBV seperti BYAN, maka mungkin semua investor coal sudah tajir mendadak semua. Jadi pakai target valuasi di PBV 1 – 1,5 dan PER 3 – 5 menurut saya sudah cukup realistis.
Apalagi saat ini INDY sudah memiliki cadangan kas bersih yang positif. Dengan Cadangan kas 18 Triliun dan Utang berbunga 16,8 Triliun maka cadangan kas bersih INDY = 18 Triliun – 16,8 Triliun = 1,2 Triliun.

Dengan utang berbunga 16,8 Triliun dan Laba setahun 7,05 Triliun maka INDY akan bisa melunasi semua utangnya dalam jangka waktu 3 tahun tanpa mengganggu cadangan kas nya saat ini yang mencapai 18 Triliun. Kalau mengandalkan juga cadangan kas, INDY bisa saja langsung melunasi semua utang berbunganya di tahun ini dengan melakukan Buyback Obligasi karena cadangan kas INDY sudah lebih besar dari utang berbunga yang dimilikinya. Tapi saya rasa manajemen belum akan melakukan hal tersebut dalam waktu dekat.

Dengan asumsi harga coal tetap di atas 100 dollar. Karena saat ini ASP atau harga jual rata-rata batubara INDY adalah 105 dollar per ton bisa cek di sini mengenai ASP INDY. https://cutt.ly/f4ZKZsE
Sedangkan cash cost INDY adalah 90,3 dollar per ton. Jadi selama coal >100 dollar maka laba INDY akan baik – baik saja.
Batubara INDY ada 2 jenis yakni:
1. Batubara kalori rendah ICI 3-4 di anak usaha Kideco
Produksi Kideco 34,8 juta ton x harga ICI 3 97 dollar = 3,3 Milyar dollar
Atau
Produksi Kideco 34,8 juta ton x harga ICI 4 73 dollar = 2,5 milyar dollar
2. Batubara kalori tinggi ICI 1-2 di anak usaha MUTU
Produksi MUTU 1,8 Juta ton x ICI 1 178 dollar = 320 juta dollar
Produksi MUTU 1,8 Juta ton x ICI 2 118 dollar = 212 juta dollar
Itu artinya potensi revenue INDY masih bisa di kisaran 2,7 Milyar dollar – 3,6 miliar dollar di 2023 dengan asumsi harga coal masih stabil seperti sekarang. Proyeksi yang saya gunakan ini lebih rendah dari laba aktual INDY di 2022 yang mencapai 4,33 miliar dollar. Tapi menurut saya proyeksi revenue 2,7 miliar – 3,6 miliar dollar bukanlah hal yang buruk.
Disclaimer:
https://cutt.ly/p8bNpqb