Skydrugz Corner: Saham Sektor Makanan dan Minuman Dengan Dividend Yield Paling Besar
Sektor barang konsumsi primer atau consumer non-cylicals merupakan sektor industri yang akan mengalami pertumbuhan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatannya. Sektor makanan dan minuman di IHSG itu berada di subsektor Konsumer Primer atau Consumer Non-Cyclical.
Jadi asumsi dasarnya adalah sektor makanan dan minuman ini akan selalu dibutuhkan karena penduduk baru akan terus-menerus lahir dan setiap penduduk ini akan terus bekerja untuk membeli makanan dan minuman. https://cutt.ly/N4SoQ26
Member Sektor Makanan dan Minuman
Di IHSG ada 84 saham yang masuk ke dalam sektor makanan dan minuman yakni:


Dari 84 saham di sektor makanan dan minuman, kita bisa lihat bahwa:
- 1. INDF adalah pemilik aset terbesar di sektor makanan dan minuman dengan total aset 183 Triliun rupiah
- 2. INDF juga menjadi emiten makanan dan minuman dengan laba paling besar yakni 4,6 Triliun rupiah
- 3. INDF juga menjadi saham makanan dan minuman dengan utang berbunga paling besar mencapai 71 Triliun rupiah
- 4. JAWA menjadi emiten dengan rugi paling besar yang mencapai 177 Milyar
- 5. Saham makanan dan dengan aset paling kecil adalah NASI yang hanya 69 milyar (exclude saham yang baru IPO MKTR, BEER, SOUL).
Dividen
Fokus pada saham yang bagi dividen dan cetak laba. Yang tidak bagi dividen atau tidak cetak laba di exclude.
Hanya 36 saham makanan dan minuman yang masuk dalam filter, yakni:


- 1. Saham emiten makanan dan minuman dengan dividend yield paling besar adalah TBLA yang yield nya mencapai 13,04% lalu diikuti oleh CAMP dan SGRO. Mereka bertiga memiliki dividend yield di atas 10%.
Valuasi
Sekarang fokus pada emiten makanan dan minuman yang valuasinya PBV < 1,5 dan PER 15 sesuai standar valuasi Benjamin Graham https://cutt.ly/74Sam8e
Hanya 17 emiten yang memenuhi syarat.
- 1. ANJT memiliki PBV paling kecil yakni 0,36
- 2. SMAR memiliki PER paling kecil yakni 3,09
Utang Mini
Definisi utang mini menurut saya adalah jika laba perusahaan dapat melunasi utang perusahaan dalam jangka waktu kurang dari 5 tahun.
Yang memenuhi syarat hanya 7 emiten.
Jika berdasarkan list di atas maka:
- 1. Dividend yield terbesar, valuasi murah dan undervalued adalah SGRO diikuti oleh CSRA, AALI, dan LSIP
Tapi saya sendiri lebih suka sama LSIP
Disclaimer:
https://cutt.ly/p8bNpqb
I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing.
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi


