Analisis Saham PRDA
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, PRDA membukukan laba bersih sebesar Rp371,6 miliar.
Laba bersih ini turun -40,22% dari Rp623,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Grafik harga saham PRDA

Harga saham PRDA pernah mencapai level tertingginya di area Rp9.500-an pada akhir tahun 2022.
Di sepanjang tahun 2022, harga saham PRDA ditutup dengan penurunan -39,13%.
Sekilas kinerja keuangan PRDA turun drastis, begitu pula dengan harga sahamnya yang turun di tahun 2022.
Profil Perusahaan
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) didirikan tanggal 08 Februari 1988 dan operasi secara komersial pada tahun 1988.
Pada tanggal 29 November 2016, PRDA memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PRDA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 187.500.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp6.500,- per saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan di BEI pada tanggal 7 Desember 2016.
Saat ini, kegiatan utama Prodia adalah menyediakan jasa pemeriksaan kesehatan di bidang laboratorium klinik swasta.

Per akhir Februari 2023, saham PRDA mayoritas dimiliki oleh :
- PT Prodia Utama sebanyak 57%,
- Bio Majesti Pte. Ltd. Sebanyak 15%, dan
- 28% sisanya dimiliki oleh publik (kepemilikan di bawah 5%).

Berdasarkan kategori asal SID investornya untuk saham scripless yang diperdagangkan di BEI, terlihat persentase kepemilikan investor asing mendominasi sebanyak 68,38%, sedangkan sisanya investor lokal sebanyak 31,62%.

Analisis Fundamental Saham PRDA

Sepanjang tahun 2022, PRDA mengumpulkan pendapatan sebesar Rp2,18 triliun.
Pendapatan ini nilainya turun -17,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kalau dibreakdown pendapatan PRDA sumbernya dari :
- Segmen laboratorium sebesar Rp1,93 triliun (turun 19,18% YoY). Selain itu ada
- Segmen non-laboratorium Rp233 miliar dan pendapatan dari klinik Rp8,2 miliar.


Pada tahun 2022, perusahaan mencatatkan GPM sebesar 60,8%, OPM sebesar 20,5%, dan NPM sebesar 17%.
Profit margin tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya dan kamu pasti ngeh hal ini kenapa salah satunya akibat pandemi yang mereda sehingga permintaan untuk melakukan test covid pun sudah tidak seekstrim ketika pandemi sedang puncak-puncaknya di 2020 dan 2021.
Namun industri kesehatan bisa dikatakan sebagai salah satu industri yang defensif karena pasti akan terus diperlukan selama ada manusia, iya gak??
Dampak pandemi sebenernya membuat orang-orang makin ngeh dan sadar tentang gaya hidup serta cek rutin kesehatan. Prodia memang sudah berhasil memiliki brand yang bagus dan banyak juga sumber bisnisnya di kategori B2B tidak hanya B2c saja.
Bagaimana estimasi laba dan harga wajar saham PRDA?
Jika melihat PER dan PBVnya maka dengan estimasi laba bersih akan tumbuh di area 9-10% tahun 2023 ini maka PRDA idealnya dengan PE = 15 harga sahamnya bisa diarea 6ribuan
Kelemahannya sedikit sekali katalis yang bisa mendukung kinerja PRDA ke depannya. Kalau ngomongin tahun 2023 dan 2024 maka consumer dan perbankan menjadi pilihan sedangkan kesehatan jarang banget ada newsnya.