Perusahaan CPO dengan ROE Tertinggi di Tahun 2021
Crude palm oil (CPO) adalah salah satu jenis minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia, yakni sekitar 40% dari seluruh jenis minyak nabati.
Pemanfaatan minyak ini pun sangat beragam, terutama sebagai bahan pangan, industri kosmetik, industri kimia, industri pakan ternak, dan lain-lain.
Seperti yang diketahui harga komoditas CPO telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan di tahun 2021 sampai tahun 2022 ini.
Terbukti harga komoditas CPO sempat menyentuh All Time Highnya di kisaran 7.000 Ringgit Malaysia per Tonnya.
Terdapat beberapa emiten CPO di Bursa Efek Indonesia, beberapa diantaranya akan kita bahas kali ini yaitu AALI, LSIP, SIMP, PALM, DSNG
Salah satu penilaian kinerja keuangan adalah ROE, Return on equity (ROE) adalah jumlah imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas dan dinyatakan dalam bentuk persen.
ROE digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan bermodalkan ekuitas yang dimiliki perusahaan.
Semakin tinggi ROE maka semakin bagus, hal tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan semakin efektif menggunakan ekuitas untuk menghasilkan laba bersih.
Lalu Perusahaan CPO mana di Bursa Efek Indonesia yang dapat memanfaatkan kesempatan ini, dan bisa memaksimalkan ekuitas seefektif mungkin dalam memperoleh laba bersih?
Berikut saya sajikan data ekuitas, laba bersih dan perbandingan laba bersih dengan ekuitas dari lima perusahaan CPO yang ada di Bursa Efek Indonesia, yaitu AALI, LSIP, SIMP, PALM dan DSNG
| Saham | LK | Ekuitas (M) | Laba Bersih (M) | ROE (Laba Bersih/Ekuitas) |
| AALI | LK Tahunan 2021 | 20.619 | 1.971 | 9,56% |
| LSIP | LK Tahunan 2021 | 10.171 | 991 | 9,74% |
| SIMP | LK Tahunan 2021 | 15.667 | 984 | 6,28% |
| PALM | LK Tahunan 2021 | 5.827 | 2.014 | 34,56% |
| DSNG | LK Tahunan 2021 | 6.900 | 727 | 10,54% |
Dari data dapat terlihat bahwa PALM merupakan perusahaan yang paling efisien dalam penggunaan ekuitas untuk menghasilkan laba bersih di tahun 2021. Terbukti di tahun buku 2021 PALM dapat mencetak laba bersih sebesar Rp 2T dengan ekuitas sebesar Rp 5,8 T.
Dimana itu artinya ROE PALM untuk tahun buku 2021 adalah 34,56%, jauh mengungguli empat perusahaan CPO lainnya.
DSNG merupakan perusahaan yang paling efisien dalam penggunaan ekuitas untuk menghasilkan laba bersih di tahun 2021 setelah PALM. Di tahun buku 2021 ROE DSNG adalah 10,54%.
Kemudian untuk LSIP dan AALI memiliki ROE yang hampir sama yaitu ROE LSIP di tahun buku 2021 9,74% dan ROE AALI di tahun buku 2021 9,56%
Perusahaan yang kurang efisien dalam menggunakan ekuitas untuk menghasilkan laba di tahun 2021 adalah SIMP. Terbukti dari data ROE SIMP hanya 6,28%
Emiten di sektor CPO merupakan sektor yang siklikal dimana emiten CPO labanya sangat berpengaruh dan memiliki korelasi tinggi dengan harga komoditasnya. Jadi tidak ada jaminan di masa depan kinerjanya akan sama dengan kinerja sekarang.
Penulis : Yoga Dwiantara


