Garuda Indonesia Sampaikan Materi Paparan Publik Tahunan

Garuda Indonesia Sampaikan Materi Paparan Publik Tahunan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mengadakan paparan publik tahunan yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Desember 2022 mendatang. Acara ini berlangsung pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB dan dilaksanakan secara Hybrid yaitu offline dan online.

Melalui materi paparan publik tahunan Garuda yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia di keterbukaan informasi, Garuda Indonesia menjelaskan bahwa mereka mengalami beberapa critical issue.

Kendala yang pertama adalah biaya sewa yang tinggi dan pengelolaan rute yang tidak optimal. Sejak sebelum adanya pandemi COVID-19, Garuda Indonesia menerbangkan sejumlah rute domestik dan internasional yang tidak menguntungkan dan tidak terdapatnya sinergi antara Garuda dan Citilink dalam pengelolaan rute.

Pandemi COVID-19 juga membatasi mobilitas penduduk sehingga membuat pendapatan Garuda pada bulan Maret 2022 menurun sebesar 70% dibandingkan dengan Januari 2020.

Dengan penurunan tersebut membuat Garuda kesulitan untuk memenuhi kebutuhan operasional Garuda yang tiap bulannya sekitar 130 – 150 juta USD.

Baca Juga: Jaya Swarasa Agung (TAYS) Sampaikan Hasil Paparan Publik Tahunan

Jelang akhir tahun 2022 ini, fundamental kinerja operasi dan keuangan Garuda Indonesia semakin tumbuh positif.

Terlebih pada tanggal 20 Desember 2022 Garuda Indonesia baru saja mendapatkan dana PMN sebesar 7,5 Triliun dari pemerintah Republik Indonesia.

Setelah restrukturisasi Garuda Indonesia akan terus melakukan transformasi bisnis yang diantaranya adalah penurunan lease rate, optimalisasi jumlah dan tipe pesawat, penetapan Power by Hour (PBH), optimalisasi route network dan optimalisasi pendapatan kargo dan ancillary.

Garuda telah menyelesaikan negosiasi dengan lessor untuk menyesuaikan lease rate, sehingga akan lebih efisien. Optimalisasi jenis dan tipe pesawat juga akan membuat Garuda fokus pada rute profitable serta biaya maintenance akan lebih efisien.

Garuda juga hanya akan membayarkan biaya sewa pesawat kepada lessor sesuai dengan durasi pemakaian pesawat.

Garuda akan memanfaatkan belly capacity untuk kargo, menerapkan proses digitalisasi operasional dan memperluas product offerings untuk pendapatan ancillary.

Sumber: Materi Public Expose yang bisa diambil di website Bursa Efek Indonesia

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *