Skydrugz Corner: BBKP dan BBTN Yang Ingin Right Issue

kelas belajar saham private

Skydrugz Corner: BBKP dan BBTN Yang Ingin Right Issue

Kemarin saya membaca keterbukaan informasi kalau $BBKP akan rights issue lagi. Kalau berhasil RI, maka ini akan menjadi RI BBKP yang ketujuh.
http://bit.ly/3SqZg5n

Apakah BBKP memang harus Rights Issue?
Jawabannya yes.

Mengapa?
Karena BBKP sedang sibuk melakukan penyisihan cadangan penurunan nilai kredit yang bad quality. Di Q2 2022, BBKP menyisihkan 3,9 Triliun padahal modal inti BBKP hanya 9,8 Triliun dan pinjaman yang disalurkan mencapai 47 Triliun.
http://bit.ly/3S7iNr6

Yang jadi pertanyaan apakah 47 Triliun pinjaman yang disalurkan tersebut adalah good debt or bad debt? Kalau semua pinjaman yang disalurkan adalah high quality debt,  maka tentu itu hal yang baik untuk BBKP. Yang jadi problem adalah apabila >50% pinjaman yang disalurkan ternyata bad debt. Itu tentu akan menggerus modal inti perusahaan yang sekarang sisa 9,8 Triliun.

Menurut saya, PR Kookmin untuk membenahi BBKP lumayan berat. Apalagi ternyata bad quality debt BBKP itu ternyata terkonsentrasi pada beberapa debitur saja yang jumlahnya <200 orang tapi nilainya jumbo. http://bit.ly/3Tyrlsy

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) mencatatkan transaksi penjualan Non Performing Loan (NPL) dan kredit berisiko (Loan at Risk/LAR) sebanyak 180 debitur dengan nilai Original Pricipal Balance (OPB) Rp4,14 triliun dan nilai jual Rp2,65 triliun, atau setara dengan US$183,08 juta. https://cutt.ly/uNud7Rq

Jadi pinjaman yang awalnya 4,14 Triliun dijual cessie nya ke pihak lain dengan nilai jual 2,65 Triliun saja. Dan itu berasal dari 180 debitur atau rata-rata satu debitur 23 miliar rupiah utangnya.

Berapa RI BBKP?
Sampai 24 Oktober 2022, belum ada info mengenai berapa nilai RI, harga pelaksanaannya dan pembeli siaganya. Mirip dengan $BBTN yang belum mau disclose.
http://bit.ly/3F7ovqh

Yang baru ketahuan adalah jumlah lembar saham yang diterbitkan. Biasanya kalau belum disclosure begini itu artinya sedang ada penjajakan entah mengenai siapa investor strategis yang akan serap atau karena pertimbangan due diligence lainnya.

BBKP akan RI sekitar 120 miliar lembar, sedangkan jumlah saham beredar saat ini 67,8 miliar lembar atau RI setara dengan 170% dari jumlah saham lama.

BBTN akan RI sekitar 4,6 miliar lembar, sedangkan jumlah saham beredar saat ini hanya 10,5 miliar lembar saham atau RI setara dengan 43% dari jumlah saham lama.

Kontras banget ya jumlahnya. Karena BBTN memang sebenarnya tidak terlalu butuh RI. Beda dengan BBKP yang memang sangat butuh RI.

Agenda utama BBTN saat ini adalah spin off UUS syariah dan menurut saya ini akan berhasil karena $BRIS akan siap menampung. Apalagi BRIS juga mau RI. Apakah akan terjadi inbreng antara BRIS dan BBTN seperti yang terjadi pada $SMGR dan $SMBR ? http://bit.ly/3TGEJuw

Kalau kita asumsi bahwa right issue dilakukan di harga sesuai PBV 1 maka potensi dana yang terkumpul dari RI  adalah

BBKP = 120 miliar x 145 rupiah = 17,4 Triliun
Kalau PSP tebus semua RI maka yang ditebus Kookmin = 67% x 17,4 Triliun = 11,6 Triliun rupiah

BBTN = 4,6 miliar x 1980 rupiah = 9,1 Triliun rupiah
Kalau PSP tebus semua RI maka yang akan ditebus pemerintah = 60% x 9,1 Triliun = 5,4 Triliun rupiah.

Padahal menurut DPR mereka hanya ingin melakukan injeksi modal 2,98 Triliun. https://cutt.ly/QNufZZD

Malah di berita lain disebutkan bahwa nilai RI hanya 4,13 Triliun. Cuma belum disebutkan di prospektus. https://cutt.ly/mNuhlDU

Itu artinya ada beberapa kemungkinan skenario RI BBTN. Jika skenario tidak ada pembeli siaga dan hanya pemerintah saja yang tebus maka itu artinya BBTN akan RI di harga pelaksanaan di bawah PBV 1. Tapi kalau pakai skenario akan ada pembeli siaga lain atau jika ada inbreng BRIS akuisisi BTN Syariah dan BBTN akan akuisisi saham BRIS maka bisa saja RI tetap bisa terjadi di PBV >1. Sekali lagi ini baru asumsi dan skenario saja. Tunggu prospektus final dari BBTN.

Jika masyarakat tidak ada yang tebus RI BBKP maka dapat dipastikan bahwa Kookmin akan menjadi pemilik 80,4 miliar lembar saham baru + 45,4 miliar lembar saham lama = 125,8 miliar lembar BBKP atau setara dengan 85% kepemilikan.

Jadi dengan demikian Kookmin akan menjadi pemilik absolute BBKP.

Tapi sekali lagi itu baru asumsi saja karena belum ada informasi resmi mengenai harga pelaksanaan dan pembeli siaga. Tunggu prospektus final.

Yang pasti tujuan RI adalah memperkuat modal perusahaan agar bisa bersaing dengan bank lainnya.

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3SJLT0W

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZ

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. Disclaimer On.

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *