Skydrugz Corner: Hubungi Siapa Kalau Mau Shortsell?

Bingung Memilih Saham

Skydrugz Corner: Hubungi Siapa Kalau Mau Shortsell?

Mengutip berita http://bit.ly/3TIJL9V , Secara konsep, transaksi short selling adalah transaksi penjualan efek di mana efek dimaksud tidak dimiliki oleh penjual pada saat transaksi dilaksanakan. Artinya short selling secara sederhana disebut jual kosong, karena transaksi dilakukan tanpa ketersediaan efek.

Aturan teknis transaksi Short Selling diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat Peraturan BEI No. III-I tentang Keanggotaan Margin dan/atau Short Selling dan perubahan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek Dalam Transaksi Marjin dan Surat Edaran Bursa Efek Indonesia No. S-01109/BEI.ANG/02-2017 tentang Pemenuhan Ketentuan Pembiayaan Transaksi oleh Anggota Bursa.

Jika mengacu pada aturan tersebut, tidak semua perusahaan efek atau broker bisa memberikan fasilitas transaksi short selling untuk nasabah atau investornya. Ada ketentuan permodalan yang harus dipenuhi agar perusahaan efek bisa menyelenggarakan short selling.

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan pencabutan seluruh efek yang dapat ditransaksikan secara Short Selling dari Daftar Efek Short Selling mulai Senin ini (2/3/2020) sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian.

Shortsell itu risikonya sangat besar. Bisa bangkrut mendadak seperti Melvin Capital. http://bit.ly/3shuqBw

Cara Shortsell?

Untuk melakukan shortsell, yang pertama harus dimiliki oleh Trader adalah rekening margin. Untuk Buka rekening margin, jumlah dana minimum yang harus dimiliki nasabah adalah 200 juta rupiah. Hubungi CS atau broker masing-masing untuk melakukannya.

Lalu cek saham apa saja yang masuk dalam list Saham margin dan shortsell. http://bit.ly/3DnLJXQ

Tiap bulan datanya diupdate di BEI

Contoh data list margin Oktober 2022 https://cutt.ly/cNqrFGO

Sejak Maret 2020 hingga Oktober 2022, BEI masih melarang shortsell karena tindakan tersebut bisa bikin anjlok IHSG sedangkan BEI ingin IHSG terus meroket. BEI juga masih menerapkan ARB asimetris 7%. Semua itu demi melindungi IHSG.

Meskipun shortsell dilarang sejak Maret 2020 ternyata masih banyak yang gagal serah saham. Malah naik Menurut KPEI saat dilansir oleh Bisnis Indonesia, ternyata kejadian gagal serah meningkat nyaris 2x lipat di 2020 ketika shortsell sudah dilarang. http://bit.ly/3DkoaPA

Salah satu penyebab gagal serah saham adalah karena naked shortsell atau shortsell yang dilakukan tanpa adanya jaminan dari KPEI dan PEI.

KPEI sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan di Pasar Modal berperan untuk menjembatani para pemberi pinjaman (Lender) dan peminjam (Borrower). Investor dapat meminjam/meminjamkkan sahamnya melalui Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang telah tercatat sebagai anggota Pinjam Meminjam Efek KPEI.

PEI merupakan perusahaan yang ditujukan untuk mendanai hal-hal yang terkait dengan penerbitan, distribusi dan semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh Perusahaan Efek yang terdaftar sebagai Anggota Bursa (AB). Pendirian PEI merupakan bagian dari langkah strategis dalam upaya peningkatan likuiditas dan pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Jika terjadi gagal serah maka wajib dilakukan ACS atau alternate cash settlement (ACS). ACS dilakukan setelah pihak-pihak yang bertransaksi gagal melakukan kewajiban awal yakni serah terima saham. Ketika pada saat settlement serah saham tidak bisa dilakukan, maka ia wajib menggantinya dengan uang tunai.

ACS= Alternate Cash Settlement) yang besarnya ditetapkan sebesar 125% (seratus dua puluh lima perseratus) dari harga tertinggi atas Efek yang sama yang terjadi di:

  • Pasar Reguler dan Pasar Tunai yang penyelesaiannya jatuh tempo pada tanggal yang sama; dan
  • Pasar Reguler pada Sesi I pada hari penyelesaian transaksi yang jatuh temponya sebagaimana di atas.

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4OcRow
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. Disclaimer On.

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *