Skydrugz Corner: Private Placement IPTV 

Skydrugz Corner: Private Placement IPTV

Kemarin ada yang tanya saya tentang Private Placement IPTV di Stockbit. Awalnya saya tidak tahu rencana private placement ini.

Saya pun cek di link yang diberikan dan ternyata memang IPTV mau melakukan RUPS dan meminta restu Private Placement. Untuk prospektus Private Placement nya bisa cek di sini http://bit.ly/3RYLXbS.

Sebelumnya saya juga pernah menulis beberapa artikel tentang IPTV. Bisa cek di sini http://bit.ly/3DH9mLI

Mari kita bahas Rencana Private Placement IPTV

Apa Tujuan Private Placement IPTV?
  • a. mendukung pertumbuhan jumlah pelanggan yang berkelanjutan untuk bisnis Perseroan;
  • b. meningkatkan struktur permodalan dan keuangan Perseroan;
  • c. jumlah saham beredar Perseroan akan bertambah, sehingga akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan;
  • d. membuka kesempatan bagi investor-investor strategis yang berminat menginvestasikan
    modalnya dalam Perseroan dan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja Perseroan.

Saya paling ndak sreg sama tujuan poin C.

Berapa Jumlah Saham yang Akan Diterbitkan?

Saham baru yang akan diterbitkan oleh Perseroan adalah saham dalam simpanan (portepel) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah keseluruhan saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan sebagaimana yang tercatat pada Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 56 tanggal 15 Juli 2022, yang dibuat di hadapan Notaris Aulia Taufani, Sarjana Hukum, Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, dengan jumlah modal saham yang telah disetor adalah sejumlah 20.807.078.184 saham Seri A dan sejumlah 21.390.872.657 saham Seri B, maka dari itu Perseroan berencana untuk menerbitkan saham baru dari saham Seri B melalui mekanisme PMTHMETD sejumlah 4.219.795.084 saham dengan nilai nominal Rp100 (seratus rupiah) (“Saham Baru”).

Berapa Harga Pelaksanaan Private Placement?

Harga pelaksanaan belum jelas. Tunggu keputusan RUPS dan OJK saja. Tapi sesuai dengan Peraturan No. I-A, penentuan harga pelaksanaan saham PMTHMETD tidak akan kurang dari 90% (sembilan puluh persen) dari rata-rata harga penutupan 25 (dua puluh lima) Hari Bursa sebelum tanggal permohonan pencatatan.

Jadi kita cek MA25 dan VWAP IPTV

Kalau cek VWAP sekarang adalah 84. Jadi paling rendah nilai PP adalah 84 x 90% = 76 rupiah

Cek MA25 adalah 88. Jadi paling rendah adalah  88 x 90% = 80 rupiah

Jadi kemungkinan harga pelaksanaan paling rendah antara 76 rupiah – 80 rupiah kalau patokan VWAP dan MA25 hari ini.

Sedangkan untuk harga tertingginya bisa di harga 100 atau malah di atas 100.

Kalau pakai patokan PBV 1 maka harga pelaksanaan adalah 187 rupiah.

Berapa Target Dana Yang Ingin Dicapai

Kalau menggunakan beberapa skenario Harga Pelaksanaan maka total dana yang akan tercapai adalah antara 320 miliar – 789 miliar.

Skenario Harga Pelaksanaan PP IPTV Jumlah Saham Diterbitkan Dana Terkumpul
90% VWAP 76 4219795084 Rp320,704,426,384
90% SMA25 80 4219795084 Rp337,583,606,720
Harga Nominal 100 4219795084 Rp421,979,508,400
PBV 1 187 4219795084 Rp789,101,680,708
Untuk Apa Dananya?

Dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMTHMETD setelah dikurangi biaya-biaya dan pajak seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja Perseroan dan peningkatan modal anak Perseroan, guna mendukung pengembangan bisnis dan pertumbuhan jumlah pelanggan yang berkelanjutan .

Jadwal RUPSLB dan PP
  • Pemberitahuan kepada OJK perihal agenda RUPSLB 5 Oktober 2022
  • Pengumuman RUPSLB melalui situs web BEI, situs web Perseroan, dan situs web eASY.KSEI 13 Oktober 2022
  • Pengumuman informasi kepada Pemegang Saham mengenai PMTHMETD 13 Oktober 2022
  • Recording Date 27 Oktober 2022
  • Pemanggilan RUPSLB 28 Oktober 2022
  • Pengumuman hasil RUPSLB melalui situs web BEI, situs web Perseroan, dan situs web eASY.KSEI 23 November 2022
  • Pelaksanaan PMTHMETD akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB yang akan diselenggarakan pada hari Senin tanggal 21 November 2022 dan setelah Perseroan memperoleh persetujuan pencatatan saham tambahan baru dari BEI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Informasi tanggal pasti dari pelaksanaan PMTHMETD akan disampaikan melalui keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Pasal 43A POJK No. 14 Tahun 2019, sebagai berikut:

  • a. paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum pelaksanaan PMTHMETD, Perseroan akan
    menginformasikan pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan mengumumkan kepada masyarakat mengenai waktu pelaksanaan penambahan modal tersebut;
  • b. paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pelaksanaan PMTHMETD, Perseroan akan
    menginformasikan pemberitahuan kepada OJK dan masyarakat mengenai hasil pelaksanaan penambahan modal tersebut, yang meliputi informasi antara lain (i) pihak yang melakukan penyetoran, (ii) jumlah dan harga saham yang diterbitkan, dan (iii) rencana penggunaan dana.
Siapa yang Akan Melaksanakan Private Placement?

Belum jelas siapa. Investornya masih misterius. Tapi kalau melihat BMTR yang melakukan penjualan saham IPTV di awal Oktober 2022 http://bit.ly/3VtAgwQ

Maka ada kemungkinan malah BMTR lagi yang akan tebus. Jadi BMTR jual dulu untuk nanti dana hasil jualan dipakai tebus Private Placement. Ini skenario pertama.

Skenario kedua memang ada investor strategis yang ingin masuk IPTV. Apakah mungkin Salim juga seperti di BUMI? https://bit.ly/3Md0OOF🤣🤣🤣

Siapapun itu, IPTV memang lagi butuh duit.

Mengapa IPTV Butuh Duit?
  • Pertama cadangan kas IPTV memang menipis. Terlihat jelas di LK Q2 2022 IPTV. https://cutt.ly/LBYqGEz
    • Cadangan kas IPTV sisa 14 miliar sedangkan liabilitas jangka pendek yang harus ditebus adalah 1,8 Triliun
    • IPTV memang punya aset lancar 2,4 Triliun. Tapi masalahnya >50% aset lancar tersebut berupa promissory notes yang masih lama lunasnya dan piutang yang butuh waktu rata-rata 73 hari untuk ditagih dan persediaan yang butuh waktu rata-rata 65 hari baru bisa terjual. IPTV sendiri sudah menunggak pembayaran rata-rata 183 hari. Kalau penasaran dari mana saya dapat nilai – nilai di atas itu semua dari perhitungan DSO, DI dan DP. Itu rasio keuangan untuk menilai kemampuan penagihan piutang, penjualan persediaan dan pembayaran utang perusahaan. Cara hitungnya bisa baca buku Pak Toto https://bit.ly/3eWUiiJ atau Prof. Sukma https://bit.ly/3SFxTVC
  • Kedua, bisnis IPTV ada 3 jenis yakni:
    • mengoperasikan 2 (dua) unit direct to home TV berlangganan dengan bisnis
      model prabayar (K-Vision) & pascabayar (MNC Vision). K-Vision memiliki lebih dari 9,7 juta pelanggan (per September 2022), hal tersebut telah menjadikan K-Vision sebagai DTH prabayar terbesar di Indonesia.
    • unit fixed broadband & Internet Protocol Television (“IPTV”) berbasis teknologi fiber dengan layanan internet berkecepatan tinggi. Pada segmen fixed broadband & IPTV, MNC Play memiliki lebih dari 1,5 jutahomepass, menawarkan teknologi fiber to the home dengan layanan internet berkecepatan tinggi dan layanan IPTV
    • Untuk menjaga layanan kepada pelanggan agar tetap bisa tumbuh sustainable maka itu butuh biaya maintenance dan marketing yang lumayan besar
    • Revenue IPTV Q2 2022 Rp1,460,962
      BEBAN POKOK PENDAPATAN (BPP) Jumlah Porsi Terhadap Revenue
      Penyusutan dan amortisasi Rp410,180 28.08%
      Beban pokok program Rp251,964 17.25%
      Set top box Rp145,240 9.94%
      Beban layanan Rp87,398 5.98%
      Gaji dan kesejahteraan karyawan Rp57,959 3.97%
      Lain2 Rp147,231 10.08%
      Total BEBAN POKOK PENDAPATAN (BPP) Rp1,099,972 75.29%
      BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (BUA) Jumlah Porsi Terhadap Revenue
      Biaya alih daya 29280 2.00%
      Gaji dan tunjangan 28133 1.93%
      Alat tulis dan perlengkapan kantor 11096 0.76%
      Jasa profesional 6629 0.45%
      Penyusutan 6507 0.45%
      Lain-lain 38722 2.65%
      Total BUA 120367 8.24%
      BEBAN KEUANGAN (BK)
      Beban bunga atas pinjaman jangka panjang 71852 4.92%
      Beban amortisasi atas biaya perolehan utang sindikasi 2821 0.19%
      Total BK 74673 5.11%

Kita bisa lihat beban terbesar IPTV adalah penyusutan dan amortisasi. Memakan 29% revenue. Total akumulasi depresiasi IPTV sudah mencapai 7,5 Triliun. Total biaya perolehan semua aset adalah 14,9 Triliun. Itu artinya sekitar 50% aset perusahaan sudah terdepresiasi. Kalau mau melakukan ekspansi maka perusahaan harus beli aset baru lagi yang nantinya akan terdepresiasi lagi.

Karyawan juga dibayar dengan porsi gaji yang tidak terlalu tinggi. Kurang dari 6% revenue. Bandingkan dengan KAEF yang bisa menghabiskan >20% revenue untuk bayar gaji. https://bit.ly/3rmpVFp

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3SJLT0W

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. Disclaimer On.

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *