Skydrugz Corner: Perusahaan Farmasi yang Paling Siap Menghadapi Kenaikan Dollar

Skydrugz Corner: Perusahaan Farmasi yang Paling Siap Menghadapi Kenaikan Dollar

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang KAEF:

Saat ini sekitar, 90% bahan baku obat masih bersumber impor dan berdasarkan data produk yang tayang di e-katalog, sekitar 34,7% merupakan produk impor, yang didominasi oleh produk-produk inovatif (produk patent dan produk biologi, termasuk produk darah).

Dalam rangka meningkatkan penggunaan bahan baku obat produksi dalam negeri, pemerintah memberikan fasilitasi change source atau pergantian sumber bahan baku impor dengan bahan baku produksi dalam negeri.

Fasilitas change source merupakan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri (PDN) dan menjadi milestone dalam mewujudkan ketahanan sektor kefarmasian di tanah air, dengan tetap memperhatikan pemenuhan syarat produk yang aman, bermutu, dan berkhasiat.

Hal ini sejalan dengan amanat Inpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Kegiatan fasilitasi change source telah dimulai sejak tahun 2021. Harapannya hasil change source selesai pada September 2022, untuk selanjutnya dimasukkan ke e-katalog, kemudian dimanfaatkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

Pada pelaksanaannya, change source mendapatkan respon yang baik dari industri farmasi di Tanah Air. Beberapa industri farmasi yang telah menyampaikan komitmennya untuk mengganti bahan baku obat impor menjadi bahan baku obat dalam negeri diantaranya PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, PT Veron Pharmaceutical, PT Daewoong Infion, PTKalbio Global Medika, PT Kimia Farma, PT Dexa Medica, PT Kalbe Farma, PT Otto Pharmaceutical, PT Meprofarm, PT Pertiwi Agung, PT Novel Pharmaceutical Laboratoris, PT Phapros, PT Lapi Laboratories, dan PT Dipa Pharmalas.

Namun demikian, Hingga Juni 2022 penyerapan perubahan bahan baku obat dalam negeri masih terbilang rendah. Hal ini dikarenakan adanya tahapan dan penyesuaian yang masih harus dilakukan oleh industri farmasi saat melakukan transisi bahan baku obat.

Berhubung 90% bahan baku obat adalah impor yang harus dibeli dengan dollar maka kenaikan harga dollar akan sangat memengaruhi laba perusahaan farmasi.

Jadi perusahaan farmasi mana yang tahan terhadap kenaikan kurs dollar?

Data yang saya gunakan adalah LK Q2 2022.

Untuk bisa lebih memahami cara membaca laporan keuangan ada 2 buku yang bisa dibaca yakni:

Untuk bisa tahu apakah sebuah perusahaan tahan terhadap kenaikan kurs dollar maka ada beberapa faktor yang perlu kita lihat di laporan keuangan, yakni:

  • 1. Apakah perusahaan memiliki laba selisih kurs?
  • 2. Apakah perusahaan memiliki hedging terhadap Dollar?
  • 3. Apakah memiliki banyak cadangan dollar?
  • 4. Apakah perusahaan memiliki obligasi atau reksadana dollar?
  • 5. Apakah perusahaan memiliki revenue dalam dollar atau ekspor?
  • 6. Apakah revenue perusahaan dalam dollar lebih besar dari utangnya dalam dollar?
Laba Kurs
Q2 2022 KLBF TSPC KAEF
Laba Kurs Komprehensif Penjabaran LK Rp19,011,577,502 -Rp449,900,395 Rp9,020,637

Di Q2 2022 ternyata yang mengalami laba kurs karena penjabaran laba komprehensif adalah KAEF dan KLBF. TSPC justru rugi kurs karena penjabaran LK.

Padahal kalau lihat laba operasional tahun berjalan, KAEF justru rugi kurs 1 milyar.

Emiten KLBF dan TSPC tidak mencantumkan laba kurs di komponen laba operasional tahun berjalan.

Tapi KLBF mencatatkan laba Kurs di laba lain-lain sebesar  38,4 milyar.

Pengaruh Neto Perubahan Kurs pada Kas dan Setara Kas yang Didenominasi dalam Mata Uang Asing
Q2 2022 KLBF TSPC KAEF
Pengaruh Neto Perubahan Kurs pada Kas dan Setara Kas yang Didenominasi dalam Mata Uang Asing Rp60,684,624,553 Rp40,630,009,155 Rp9,020,637
Aset, Ekspor, Revenue, dan Utang
Q2 2022 KLBF TSPC KAEF
Kas dan Setara Kas Dalam Dollar Rp1,656,203,934,875 Rp1,191,800,095,054 Rp17,414,919
Piutang Dollar Rp470,968,680,721 Rp1,808,118,318 Rp37,271,583
Utang Dollar Rp394,966,581,502 Rp113,888,220,928 Rp85,496,554
Ekspor Rp645,994,367,301 Rp133,334,929,909 Rp60,944,764
Revenue Rp13,874,586,036,387 Rp5,941,445,854,637 Rp4,425,143,855
Ekspor / Revenue 4.66% 2.24% 1.38%
Aset Lancar Bersih / Utang Dollar 538.57% 1048.05% 63.96%
Ekspor / Utang Dollar 163.56% 117.08% 71.28%

KAEF TSPC dan KLBF ternyata lebih memilih melakukan natural hedging ketimbang melakukan derivative hedging terhadap dolar.

Dari ketiga perusahaan ini, KLBF dan TSPC adalah yang paling siap menghadapi kenaikan dollar. Cadangan kas dan Revenue dalam bentuk dollar perusahaan KLBF dan TSPC dapat cover beban utang dollar perusahaan.

Sedangkan perusahaan yang paling tidak siap menghadapi kenaikan dollar adalah KAEF. Utang Dollar perusahaan lebih besar dari penjualan ekspor dollarnya. Utang dolar KAEF juga lebih besar dari aset lancar perusahaan dalam dollar. Tidak mengherankan kalau nanti di Q3 2022 KAEF bisa rugi lebih besar lagi karena beban dollar yang naik. Ekspor hanya 60 milyar sedangkan utang dollar 85 milyar. Natural hedging KAEF kalah jika dibandingkan dengan KLBF dan TSPC.

KAEF harus segera membuat bahan baku obat lokal agar tidak tertekan oleh kenaikan Dollar.

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. Disclaimer On.

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *