Skydrugz Corner: Terjebak di HKMU?

Skydrugz Corner: Terjebak di HKMU?

Ada beberapa investor yang curhat karena nyangkut di HKMU. Dulu katanya ada yang pompom bahwa prospek HKMU bagus karena ganti bidang usaha dan pergantian manajemen serta saham ini sangat Undervalued. Dan sekarang mereka minta saran pada saya, harus mengambil langkah apa. Sejujurnya, saya juga bingung harus memberikan saran apa pada mereka yang nyangkut di HKMU. Karena mereka yang ambil keputusan sendiri ketika beli saham dan semestinya sudah punya mitigation plan, just in case something bad happen. Tapi saya akan coba best effort untuk memberikan pendapat mengenai langkah apa yang harus dilakukan. Semoga bisa membantu.

Pendahuluan

Kalau hanya lihat rasio keuangan di RTI atau Keystat Stockbit, HKMU memang terlihat sangat Undervalued. Mirip dengan $TELE sebelum suspend dulu. PBV sangat rendah, current ratio gede, Altman Z Score kelihatan masih dalam batas normal. Tapi kemiripan antara keduanya adalah PSP atau afiliasi PSP perlahan – lahan exit dari saham tiap hari.

Di TELE waktu itu Esa Utama Inti pelan – pelan exit sebelum akhirnya TELE kena suspend.

Sedangkan di HKMU, Hyamn Sukses Abadi juga pelan – pelan exit.

Cuma bedanya adalah TELE waktu itu suspend karena gagal bayar utang sedangkan HKMU belum suspend karena HKMU sampai Februari 2022 masih lancar bayar utang.

Selama HKMU bisa menjalankan bisnis seperti biasa dan tetap lancar bayar utang, maka seharusnya tidak ada Suspend yang akan menimpa HKMU. Yang jadi masalah adalah apabila HKMU tiba – tiba gagal bayar utang, maka itu akan sangat rawan bagi HKMU. Apalagi berdasarkan LK terakhir cadangan kas HKMU sisa 3 milyar dan Utang berbunga mencapai 292 milyar. Untuk bisa melunasi utang, maka HKMU harus mampu meningkatkan Revenue.

Sebenarnya kinerja management yang sekarang not too bad karena mereka berhasil menurunkan utang dari 332 miliar di 2020, menjadi hanya 292 miliar di 2021. Tapi apakah itu cukup untuk membuat perusahaan tetap survive? Saya juga tidak tahu.

Same Case?

Yang jadi pertanyaan kemudian adalah mengapa PSP HKMU exit hingga menyisakan investor publik 100%. Melihat kondisi ini saya jadi ingat dengan TMPI dan POOL. Dulu juga sebelum suspend, TMPI dan POOL juga dimiliki oleh 100% masyarakat. Bahkan TMPI beberapa kali gagal melakukan RUPS karena sulit mengumpulkan 50%+1 investor. Hingga akhirnya TMPI pun delisting.

Manajemen berupaya menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Oktober 2019. Tapi RUPST emiten yang identik dengan nama mendiang Jhonny Kesuma dan anaknya Steven Kesuma, di Amaris Hotel Pancoran ini, tak kuorum karena hanya dihadiri oleh 459,43 juta saham atau 8,35% pemegang saham dari total 5,50 miliar saham mewakili hak suara.

Saya lihat HKMU pun berencana untuk melakukan Right Issue untuk kembali injeksi modal. Tantangan terbesar rencana tersebut adalah mengumpulkan investor agar mau datang RUPS. Karena mustahil Right Issue dilaksanakan jika RUPS tidak kuorum.

Menurut saya alasan PSP lama HKMU exit adalah karena terjerat utang.

Old PSP Background

Menurut pemberitaan KONTAN, pada 22 April 2021, Ngasidjo telah mengajukan permohonan PKPU secara sukarela terhadap dirinya sendiri.

PKPU Sukarela ini dilakukan setelah sebelumnya ia digugat oleh Bank Maybank. Ngasidjo merupakan penjamin dalam fasilitas kredit yang diberikan Maybank kepada PT Hakaru Metalindo, anak usaha HK Metals.

Namun, gugatan itu dicabut oleh pihak Maybank. Pada 10 Agustus 2021, Majelis Hakim mengabulkan permohonan PKPU sukarela yang diajukan Ngasidjo. Ia ditetapkan berada dalam keadaan PKPU Tetap dalam waktu 30 hari.

Selama proses PKPU, Ngasidjo beberapa kali menyampaikan proposal perdamaian. Namun, di tengah jalan, ia mencabut proposal perdamaian yang telah disampaikan kepada kreditur

Hingga tenggang waktu PKPU selama 270 hari dan jangka waktu PKPU habis per 19 Januari 2022, Ngasidjo Achmad tidak juga menyerahkan proposal perdamaian untuk disetujui oleh kreditur dalam pemungutan suara.

Itu sebabnya, pada 26 Januari 2022 lalu, Majelis Hakim menyatakan Ngasidjo Achmad berada dalam keadaan palit dengan segala akibat hukumnya. Selama proses hukum berlangsung, ternyata Ngasidijo melepas kepemilikannya di HKMU melalui Hyamn Sukses Abadi.

Penjualan dimulai pada 27 Mei 2021. Hyamn Sukses melepas 225,52 juta saham HKMU di harga Rp 80 per saham. Nilai transaksi penjualan saham HKMU tersebut sebesar Rp 18,04 miliar.

Usai transaksi, kepemilikan saham Hyamns Sukses Abadi di HK Metals Utama berkurang dari 53,87% menjadi 46,87%. Penjualan berlanjut di 26 Agustus 2021 sebanyak 704,6 juta saham di harga Rp 67 per saham.

Nilai transaksinya sebear Rp 47,21 miliar. Pasca transaksi, persentase saham HKMU yang Hyman Sukses Abadi miliki berkurang menjadi 25%.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Jodi Pujiyono ketika itu bilang bahwa transaksi penjualan saham HKMU oleh Hyamns Sukses Abadi ditujukan untuk bisnis semata.

Ia pun memastikan, Ngasidjo Achmad masih tetap menjadi pemegang saham pengendali HK Metals Utama. Pada Desember 2021, Hyamn Sukses Abadi kembali menggelar beberapa transaksi penjualan saham HKMU.

Hingga akhirnya, di akhir Desember 2021, kepemilikan saham Hyamn Sukses Abadi di HK Metals Utama hanya tersisa 3,05% sebelum akhirnya dilaporkan kepemilikannya sudah nol.

Kalau melihat kisah tersebut maka dapat saya simpulkan bahwa PSP. lama HKMU memang sudah tidak niat berada di HKMU. Semua saham HKMU yang dijual nampaknya digunakan untuk melunasi utang PSP.

What To Do

Lalu apa yang harus dilakukan investor HK Metal?

  • Jika masih optimis dengan kondisi perusahaan maka ajak semua investor lain untuk hadir di RUPS untuk menyetujui Right Issue. Jika RI sudah disetujui maka tebus right Issue nya untuk membantu perusahaan agar tetap survive. Siapa tahu di masa depan HK Metal bisa Turnaround dan cetak laba lagi. Investor HKMU bisa bikin grup Telegram atau Whatsapp dan menyusun plan agar RUPS bisa kuorum.
  • Namun apabila sudah pesimis dengan prospek perusahaan maka tinggal jual saja saham yang dimiliki. Jika tidak bisa jual di pasar reguler, maka jual di pasar nego. Jual di harga berapa pun yang penting bisa exit dan mumpung belum kena suspend. Kemudian move on ke saham lain yang lebih prospektif.

Jadi silahkan dipikirkan dengan baik dan pertimbangkan secara seksama mau pilih langkah yang mana. Keputusan ada di tangan masing-masing.

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. Disclaimer On.

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham

Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *