Skydrugz Corner: Riwayat Belanja Modal MYOR

Skydrugz Corner: Riwayat Belanja Modal MYOR

MYOR

MYOR atau PT Mayora Indah Tbk. adalah perusahaan yang dikuasai oleh keluarga Jogi Hendra Atmadja. Perusahaan ini hanyalah sebagian kecil aset yang dimiliki keluarga tersebut. MYOR hanya menjadi representasi dari bisnis biskuit, wafer, cokelat, permen dan makanan kesehatan keluarga Jogi Hendra Atmadja.

Bisnis perbankan, bisnis air minum, bisnis makanan instan dan bisnis deterjen tidak masuk dalam aset MYOR. Banyak yang berpikir kalau air minum Le Minerale, Bakmi Mewah, Mie Gelas dan deterjen Gentle Gen itu terkonsolodasi ke LK MYOR padahal semua produk itu bukanlah milik MYOR tapi milik induk MYOR.

Dalam beberapa tahun terakhir, MYOR terus – menerus melakukan ekspansi. Hal tersebut terlihat dari capex atau belanja modal perusahaan yang selalu tinggi. Dari hasil riset yang saya lakukan, belanja modal MYOR dalam 5 tahun terakhir tidak pernah di bawah 500 milyar. Selalu di atas 500 miliar.

Capex dan Saldo Laba
Tahun Capex Saldo Laba
Cpx/Saldo Laba (%)
Q3 2021 608 Milyar 10387 Milyar 5.853470685
2020 1156 Milyar 10571 Milyar 10.93557847
2019 1898 Milyar 9219 Milyar 20.58791626
2018 1239 Milyar 7901 Milyar 15.6815593
2017 561 Milyar 6744 Milyar 8.318505338
2016 765 Milyar 5675 Milyar 13.48017621
2015 551 Milyar 4633 Milyar 11.89294194
2014 853 Milyar 3564 Milyar 23.93378227
2013 639 Milyar 3411 Milyar 18.73350923
2012 746 Milyar 2545 Milyar 29.31237721
2011 965 Milyar 1915 Milyar 50.39164491
2010 396 Milyar 1544 Milyar 25.64766839
2009 400 Milyar 1136 Milyar 35.21126761
2008 506 Milyar 802 Milyar 63.09226933

Terakhir kali capex MYOR di bawah 500 milyar hanya terjadi di 2009 dan 2010. Selepas itu, MYOR terus-menerus melakukan belanja modal untuk memperbesar pabrik.

Untuk melihat seberapa ekspansif MYOR maka kita perlu membandingkan capex perusahaan dengan saldo labanya. Jika rasionya di atas 50% itu artinya perusahaan sedang dalam kondisi super ekspansif. Sejak 2008 hingga 2020, kondisi super ekspansif terjadi di 2008 dan 2011. Di kedua tahun tersebut, MYOR sibuk memperbesar kapasitas pabrik.

Hingga Q3 2021, nilai capex MYOR baru 5,8% dari saldo laba. Nampaknya MYOR sedang istirahat setelah menggunakan banyak capex dalam 3 tahun terakhir. Total capex 2018-2020 mencapai 4,2 Triliun rupiah, sedangkan dalam periode tersebut saldo laba perusahaan naik dari 7,9 Triliun menjadi 10,5 Triliun.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah semua capex tersebut berhasil atau tidak? Untuk menjawabnya kita perlu melihat akumulasi saldo laba perusahaan.

Hingga Q3 2021, nilai capex MYOR baru 5,8% dari saldo laba. Nampaknya MYOR sedang istirahat setelah menggunakan banyak capex dalam 3 tahun terakhir. Total capex 2018-2020 mencapai 4,2 Triliun rupiah, sedangkan dalam periode tersebut saldo laba perusahaan naik dari 7,9 Triliun menjadi 10,5 Triliun. Itu artinya capex yang dilakukan oleh perusahaan sudah membuahkan hasil.

Pertanyaan selanjutnya adalah capex membebani MYOR?

Untuk menjawabnya, kita perlu melihat revenue atau pendapatan perusahaan.

Pendapatan
Tahun Capex Pendapatan
Cpx/Pendapatan (%)
Q3 2021 608 Milyar 19888 Milyar 3.057119871
2020 1156 Milyar 24477 Milyar 4.722800997
2019 1898 Milyar 25027 Milyar 7.583809486
2018 1239 Milyar 24061 Milyar 5.149411911
2017 561 Milyar 20817 Milyar 2.694912812
2016 765 Milyar 18350 Milyar 4.16893733
2015 551 Milyar 14819 Milyar 3.718199609
2014 853 Milyar 14169 Milyar 6.020184911
2013 639 Milyar 12018 Milyar 5.317024463
2012 746 Milyar 10511 Milyar 7.09732661
2011 965 Milyar 9454 Milyar 10.20731965
2010 396 Milyar 7224 Milyar 5.481727575
2009 400 Milyar 4777 Milyar 8.373456144
2008 506 Milyar 3908 Milyar 12.94779939

Jika proporsi capex terhadap pendapatan perusahaan lebih dari 10% itu artinya belanja modal yang dikeluarkan membebani perusahaan. Dan sejak 2008-2021, kali terakhir belanja modal membebani perusahaan adalah di tahun 2008 dan 2011. Sedangkan di tahun – tahun lainnya, MYOR tidak memiliki masalah besar dalam mengendalikan capex mereka.

Hanya catatan biasa. Bukan ajakan beli dan jual.

Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. Disclaimer On.

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Kode referal Akun Binance SV06XFJZ

Kaos Pintar Nyangkut

PintarNyangkut

https://tokopedia.link/8V5jMyhIanb

Beli Kaos Pintar Nyangkut tokopedia.com/pintarsaham

Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

0 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *