Skydrugz Corner: PER IHSG

Skydrugz Corner: PER IHSG

Sejak dulu saya selalu memperhatikan PER IHSG ketika melakukan investasi. Karena PER bursa mencerminkan rasionalitas market.

Saya memperhatikan PER IHSG karena belajar dari dotcom bubble crash dan Nikkei bubble crash.

Ketika puncak dotcom bubble di Nasdaq 1999-2000 PER Nasdaq mencapai 200. Sedangkan PER Nikkei ketika bubble pecah di Jepang pada tahun 1991 adalah 80.

Saat ini kondisi PER Nasdaq per 21 Januari 2022 adalah 35,52. Sedangkan PER indeks Russell 2000 sudah mencapai 590,28 atau 2x lipat PER Nasdaq ketika dot com bubble dulu.

Lalu bagaimana dengan IHSG?

Saat ini kondisi PER bursa di 21 Januari 2022 adalah 18,5.

Kondisi PE ratio IHSG yang sekarang sudah lebih mahal dari PER IHSG di Januari 2021. Tahun lalu PER IHSG hanya 9,9.

Bahkan ketika crash dulu di Maret 2020, PER IHSG hanya 12,7. 

Ketika IHSG Crash dulu di 2020 market benar – benar super sunyi. Karena nilai transaksi hanya 5-6 Triliun saja sehari.

Oleh karena itu menurut saya tidak perlu heran kalau nantinya IHSG anjlok lagi karena PE Ratio IHSG yang sekarang jauh lebih mahal dari historis PER nya di masa lalu.

Strategi saya untuk menghadapi market yang sekarang adalah mencari saham yang PER nya lebih rendah dari Prices to Earnings IHSG. Karena menurut saya itu artinya saham tersebut secara valuasi lebih undervalued jika dibandingkan dengan valuasi market secara keseluruhan.

Kondisi PER pada 25 Saham dengan Market Capital Terbesar di Indonesia
Saham Market Cap PER Harga
BBCA 980,036 Triliun 31,68 7950
BBRI 632,001 Triliun 24,62 4170
TLKM 428,939 Triliun 17,05 4330
BMRI 340,666 Triliun 13,29 7300
ARTO 263,268 Triliun -6055,87 19000
ASII 226,707 Triliun 11,35 5600
TPIA 174,104 Triliun 55,13 8050
UNVR 158,322 Triliun 27,12 4150
BBNI 133,804 Triliun 12,95 7175
BBHI 132,554 Triliun 1159,61 6100
EMTK 121,171 Triliun 418,57 1980
BYAN 118,083 Triliun 9,51 35425
HMSP 111,083 Triliun 15 955
CPIN 106,996 Triliun 29,99 6525
DCII 104,944 Triliun 456,71 44025
ICBP 101,167 Triliun 15,27 8675
MDKA 90,703 Triliun 225,5 3960
UNTR 87,658 Triliun 8,41 23500
BRPT 82,028 Triliun 42,92 875
KLBF 79,922 Triliun 26,2 1705
SMMA 74,501 Triliun 36,69 11700
ADRO 73,887 Triliun 9,19 2310
MEGA 69,115 Triliun 20,49 9925
TBIG 69,103 Triliun 47,95 3050
MTEL 66,394 Triliun 47,37 795

Kita bisa lihat 25 saham dengan market capital terbesar di Indonesia saat ini mayoritas memiliki PER lebih tinggi dari PER Bursa. Hanya 9 saham yang memiliki PER di bawah PER Bursa yakni UNTR ADRO BYAN ASII BBNI BMRI HMSP ICBP TLKM. Satu saham merugi yakni ARTO. Sedangkan 15 saham lainnya memiliki PER di atas PER bursa.

Artikel di atas hanyalah pemaparan biasa. Tidak ada rekomendasi jual dan beli.

Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. Disclaimer On.

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal  R35000

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-138

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Kode referal Akun Binance SV06XFJZ

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

 

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *