Skydrugz Corner: Riwayat Profil, Laba dan Utang BIPI

Skydrugz Corner: Riwayat Profil, Laba dan Utang BIPI

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk atau BIPI adalah perusahaan yang ajaib. Beberapa kali ganti core business mulai dari perusahaan minyak dan akhirnya sekarang menjadi perusahaan yang fokus di bisnis supporting coal atau batubara.

BIPI memiliki 3 lini bisnis utama yakni:

  • PT Mitratama Perkasa (MP)
    • MP adalah perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa batu bara terintegrasi berupa penyewaan pelabuhan batu bara dan fasilitas penghancur batu bara.
  • PT Nusa Tambang Pratama (NTP)
    • merupakan perusahaan yang beroperasi sejak pertengahan tahun 2010 dalam bidang pengembangan proyek infrastruktur jaringan batu bara, yaitu penghancur batu bara, Coal Preparation Plant (CPP) dan Overland Conveyor (OLC) untuk menyediakan jasa distribusi batu bara yang terintegrasi dimana melayani rencana ekspansi pertambangan batu bara para kliennya.
  • PT Putra Hulu Lematang (PHL)
    • memiliki Ijin Usaha Pertambangan Produksi di lahan seluas 1.186 hektar dan lahan pelabuhan seluas 100 hektar di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Adapun sampai akhir tahun 2017, PT Putra Hulu Lematang mampu mencapai produksi batu bara sebesar 134.765 MT dan produksi overburden sebesar 401.369 MT.

Jadi secara teori harusnya BIPI akan diuntungkan oleh booming harga batubara.

Selama bertahun-tahun, BIPI mengelola bisnisnya dengan menggunakan utang berbunga yang sangat besar. Berikut riwayat utang dan labanya.

Tahun Utang Berbunga (Milyar) Laba (Milyar)
2008 78 -8
2009 24 7
2010 820 -96
2011 209 -61
2012 179 9
2013 9593 675
2014 9849 326
2015 12236 -554
2016 11192 -2319
2017 11141 517
2018 9649 317
2019 5420 381
2020 5311 376
Q3 2021 4674 266

Kalau melihat sejarah utang dan laba BIPI maka dapat saya katakan bahwa BIPI berhasil mencetak laba secara konsisten dalam 4 tahun terakhir. Mereka juga berhasil menurunkan utang mereka dalam 6 tahun terakhir.

Utang terbesar BIPI terjadi di 2015. Yang mencapai 12,2 Triliun. Sedangkan rugi terbesar BIPI terjadi di 2016, yang mencapai 2,3 Triliun rupiah.

Utang besar BIPI mulai terjadi di 2013. Ketika itu BIPI mengambil utang 9,5 Triliun untuk mengakuisisi Astrindo Mahakarya senilai 600 juta dollar. Sialnya adalah di 2013 itu terjadi tapering off. Sehingga utang yang diambil dalam bentuk dollar ketika USD-IDR masih 10.000an tiba – tiba membengkak akibat melemahnya kurs rupiah. Dollar dari 10.000 menjadi 14.000, naik lebih dari 40%. Itulah mengapa BIPI sibuk mengurus restrukturisasi utang selama beberapa tahun terakhir.

Dan nampaknya upaya tersebut berhasil karena utang mereka yang awalnya 9,5 Triliun di 2013, sekarang di Q3 2021 tersisa 4,6 Triliun rupiah. Tingkat utang turun 50% dalam 8 tahun. Ini lumayan bagus.

Jika dibandingkan dengan WSKT GIAA dan KRAS, yang utangnya nambah terus tiap tahun maka sebenarnya BIPI menunjukkan kinerja keuangan yang lumayan bagus.

Metode utang dan pencarian dana BIPI sebenarnya lumayan unik. Di 2010 mereka salah melakukan pencatatan LK. Mereka mencatat repo 1,4 Triliun di bank BACA sebagai deposito. Jadi bisa dikatakan kalau BACA ini memiliki banyak sejarah. Mulai dari sejarah ngaku deposito ternyata Repo, hingga sejarah ngaku deposito banyak tapi ternyata tidak ada.

Sungguh kebetulan yang aneh BACA bisa punya kisah deposito yang unik dengan BIPI dan BNBR.

Anyway, jika BIPI bisa mengurangi utang hingga zero dan konsisten cetak laba hingga beberapa tahun ke depan mungkin saja perusahaan ini bisa menjadi investasi yang menarik. Apalagi kalau sampai bisa bagi dividen. Sayangnya saldo laba BIPI masih minus 2,5 Triliun rupiah. Masih lama kisah dividen akan terjadi.

Jika konsisten cetak laba 500 milyar setiap tahun maka butuh waktu minimal 6 tahun untuk menambal saldo rugi mereka sebelum akhirnya BIPI bisa bagi dividen.

Artikel di atas hanyalah pemaparan biasa. Tidak ada rekomendasi jual dan beli.

Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. Disclaimer On.

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal  R35000

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-138

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Kode referal Akun Binance SV06XFJZ

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Share this post :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *