Menu Tutup

7 Langkah-Langkah Sebelum Berinvestasi dengan Aman

Langkah-langkah sebelum berinvestasi

7 Langkah-Langkah Sebelum Berinvestasi dengan Aman. Berinvestasi dengan aman akan lebih mudah dan aman apabila kita memahami tujuannya sebelumnya. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum memulai berinvestasi. Berikut adalah tujuh langkah-langkah untuk berinvestasi dengan aman.

  • Tentukan Kebutuhan Anda

Ketika berpikir tentang investasi, pertama-tama Anda harus berpikir tentang seberapa likuid dana yang dibutuhkan, atau seberapa cepat dana tersebut harus dapat diakses. Seberapa besar kemungkinan Anda harus menariknya kembali? Beberapa investasi yang lebih likuid (seperti rekening tabungan) atau mudah dikonversi menjadi uang tunai daripada bentuk aset yang lain (obligasi, misalnya, sering memiliki jangka waktu tetap). Likuiditas merupakan faktor penting dalam memilih investasi, jadi periksa situasi keuangan Anda dengan seksama sebelum mulai menginvestasikan uang anda.

Langkah Memulai Investasi
Langkah Memulai Investasi
  • Identifikasi Tujuan Investasi Anda

Apa tujuan Anda dalam berinvestasi? Apakah itu untuk membiayai pensiun, membiayai kuliah anak Anda atau liburan? Mengidentifikasi sasaran-sasaran ini akan membantu Anda menentukan toleransi risiko investasi Anda, karena Anda akan tahu berapa lama Anda akan menginvestasikan uang Anda. Investasi jangka panjang memiliki pertimbangan yang berbeda dari yang jangka pendek.

  • Pahami Toleransi Risiko Anda

Setelah Anda mengidentifikasi tujuan dan berapa lama Anda berencana untuk menginvestasikan uang Anda, Anda harus menentukan toleransi risiko investasi Anda. Berikut aturan singkatnya: semakin tinggi keuntungan yang didapat, semakin tinggi risikonya. Jika Anda ingin mendapatkan 15% dari investasi saham Anda, Anda juga harus bersedia menelan kerugian jika nilai saham Anda mengalami penurunan. Di sinilah tujuan Anda ikut berinvestasi: investor jangka panjang dapat dengan mudah melewati pasang surut harga saham, tetapi seseorang yang membutuhkan uang itu untuk membayar biaya kuliah putri mereka tahun ini akan mengalami kerugian secara finansial apabila saham yang dibeli masih dalam kondisi turun.

Jika Anda khawatir tentang risiko, pertimbangkan investasi tanpa kehilangan dana awal- artinya Anda tidak dapat kehilangan uang yang telah Anda investasikan – seperti obligasi atau sertifikat deposito. Investasi ini memiliki keuntungan yang jauh lebih rendah daripada saham, tetapi mereka dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari.

  • Pertimbangan Risiko Khusus: Inflasi

Faktor penting untuk dipertimbangkan ketika menjadi investor adalah risiko inflasi. Katakanlah Anda menabung untuk masa pensiun Anda, dan Anda ingin berinvestasi dengan risiko rendah. Anda telah memutuskan untuk  mendepositokan dana anda dengan bunga tetap 6% per tahun, aman dan dijamin oleh LPS karena nominalnya dibawah 2 Milyar dan suku bunga masih dibawah aturan LPS, menurut Anda.

Tetapi bagaimana dengan inflasi? Katakanlah inflasi mencapai 8% (rata-rata) – itu berarti investasi Anda dibawah laju inflasi. Pastikan untuk memperhitungkan faktor inflasi ketika memproyeksikan hasil investasi Anda –

Inflasi
Inflasi
  • Mulai dengan Jumlah Kecil

Hanya punya sedikit uang untuk berinvestasi setiap bulan? Sebenarnya tidak apa-apa: metode yang dapat kita gunakan dengan dengan berinvestasi secara rutin tiap bulan (disebut juga dollar-cost averaging). Hal yang perlu dipastikan adalah anda sudah memiliki dana darurat sebelum memulai berinvestasi

  • Kerjakan Pekerjaan Rumah Anda

Jadi bagaimana cara memutuskan di mana harus menginvestasikan uang Anda? Luangkan waktu untuk belajar tentang berbagai instrumen investasi dan bagaimana kinerjanya, investasi minimum yang diperlukan dan sebagainya. Cari tahu bagaimana kinerja masing-masing investasi dalam setahun terakhir, lima tahun, dan sepuluh tahun atau lebih. Anda kemudian dapat mencocokkan kebutuhan likuiditas Anda, tujuan dan toleransi risiko yang telah Anda tetapkan dalam langkah-langkah sebelumnya untuk investasi yang tepat.

  • Check Up

Setelah Anda mulai berinvestasi, periksa kinerja investasi Anda secara teratur. Jangan terlalu terperangkap dalam fluktuasi harian atau bulanan dari pengembalian investasi Anda; ingat istilah dan tujuan investasi Anda. Jika investasi Anda tetap berkinerja buruk dibandingkan dengan instrumen investasi sejenis, cari tempat lain untuk berinvestasi

Spread the love
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *